Padang, Javanusa—Pemerintah Kecamatan Lubuk Begalung kembali menggelar Forum Kopi Setengah (Forkopsteng), Jumat (29/9/2023).
Kali ini Forkopsteng dilaksanakan di RT 02 RW 02 Kelurahan Lubuk Begalung Nan XX.
Forkopsteng ini langsung dihadiri Plt Camat Lubuk Begalung Heriza Syafani yang juga Kepala Dinas Sosial Kota Padang.
Ia hadir didampingi Lurah Lubuk Begalung Yusdi beserta perangkat Kelurahan, juga hadir Ketua TP PKK Kecamatan Ny. Adela J.V Heriza Syafani, Ketua TP PKK Kelurahan Ny. Rindu Yusdi.
Lalu LPM Kecamatan Andika, Forum RT RW, Ketua RW RT se-kelurahan, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, pemuda serta stakeholder.
Dalam sambutannya Heriza mengatakan budaya ngopi di warung atau kedai kopi adalah kebiasaan yang sudah sejak lama dilakukan di kalangan bapak-bapak dan pemuda di Minangkabau.
Kegiatan ngopi tersebut dikemas menjadi Forum Kopi Setengah (Forkopsteng) oleh Pemerintah Kecamatan Lubuk Begalung
Tujuannya agar camat beserta jajaran bisa bersilaturahmi dan berdiskusi langsung dan menyampaikan informasi program-program pemerintah kepada warga.
“Alhamdulillah, diantara progul Wako Padang telah mencapai target hingga tahun 2023 ini yaitu membangun 500 ruang kelas belajar baru, perbaikan drainase, betonisasi jalan lingkungan hingga mengatasi persoalan banjir khususnya di Kecamatan Lubuk Begalung ini,” jelas Heriza.
Selain itu, selaku Kepala Dinas Sosial, ia menyampaikan perihal bantuan sosial. Dijelaskan, pemerintah memberikan bantuan sosial tapi tidak akan selamanya memberikan bantuan tersebut kepada penerima. Karena masih banyak masyarakat lainnya yang membutuhkan bantuan sosial tersebut.
“Melalui sistem, masyarakat yang sudah tidak berhak menerima bantuan sosial tersebut akan otomatis keluar dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dianggap sudah mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia berharap PSM Kelurahan bekerja harus dibantu oleh RT RW untuk mendata warga yang kurang mampu melalui Peraturan Kementerian sosial No. 292 tahun 2022.
“Pemerintah berharap bapak/ibuk penerima bantuan lambat laun ketika menerima bantuan tersebut mulai berdaya dan mandiri,” harapnya.
Semoga dengan bantuan tersebut dapat hendaknya membuat usaha kecil-kecilan. Kalau mampu memulai usaha tersebut akan ada namanya Program Pahlawan ekonomi Nusantara (PENA) yang akan diberikan modal usaha hingga Rp5 juta.
Ia juga memberikan kesempatan melalui Pelayanan Pemerlu Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kelurahan agar membantu warga disabilitas yang membutuhkan kursi roda, kaki palsu, alat pendengar untuk segera dilakukan pendataan.
“Alhamdulillah, kegiatan Forkopsteng kali ini disambut antusias. Saya mengucapkan ribuan terima kasih atas kehadiran masyarakat dan seluruh stakeholder. Mudah-mudahan ke depan silaturahmi ini tetap terus berlanjut,” harapnya. (*/jn01)






