Padang, Javanusa—Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadispusip) Kota Padang, Feri Mulyani mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat peradaban melalui program Smart Surau.
Ajakan itu ia sampaikan saat kuliah umum Ngaji Literasi dan Semesta Buku di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (16/9/2025).
Feri Mulyani menegaskan program Smart Surau dirancang untuk mengembalikan peran surau sebagai pusat aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan literasi.
Oleh karena itu, setiap surau yang ikut serta akan dilengkapi dengan perpustakaan kecil yang bisa diakses masyarakat secara terbuka.
“Kami ingin menjadikan surau bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan,” ujar Feri.
Dukungan Perpusnas dan Penyediaan Buku
Lebih lanjut, Feri menjelaskan program ini mendapat dukungan penuh dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Lembaga tersebut telah menyalurkan sebanyak 1.000 buku bermutu untuk masjid dan musala di Kota Padang. Kehadiran buku-buku tersebut diharapkan dapat memperkuat tradisi membaca di lingkungan surau.
Feri juga menekankan pentingnya sinergi antara literatur dan sains sebagai strategi baru untuk syiar yang kreatif. Dengan mengusung falsafah “Alam Takambang Jadi Guru”, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi ilmuwan religius, dai yang rasional, sekaligus pribadi yang melek teknologi.
“Tujuannya adalah mencetak agen perubahan yang bisa menyatukan budaya, agama, dan teknologi demi kemajuan masyarakat,” tegasnya. (*/red)






