KAI Divre II Sumbar Periksa Jalur Padang–Indarung, Keselamatan dan Keandalan Rel Jadi Prioritas

Penulis -

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAI Divre II Sumbar memeriksa kondisi jalur kereta api Padang–Bukit Putus–Indarung. (Foto: KAI Divre II Sumbar)

KAI Divre II Sumbar memeriksa kondisi jalur kereta api Padang–Bukit Putus–Indarung. (Foto: KAI Divre II Sumbar)

Padang, Javanusa—KAI Divisi Regional II Sumatera Barat (Divre II Sumbar) memeriksa kondisi jalur kereta api Padang–Bukit Putus–Indarung untuk memastikan keselamatan perjalanan dan keandalan prasarana.

Pemeriksaan ini mencakup rel, wesel, jembatan, drainase, serta fasilitas pendukung operasional.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 22–23 Oktober 2026 dalam rangkaian kunjungan kerja Direktur Operasi, Infrastruktur dan Keselamatan Area 2 KAI, Dadan Rudiansyah, ke wilayah operasional KAI Divre II Sumbar.

Peninjauan ini juga mengevaluasi kesiapan operasional, kualitas pelayanan pelanggan, dan kondisi infrastruktur. Upaya tersebut mendukung kelancaran transportasi publik, pariwisata, serta konektivitas industri dan distribusi logistik di Sumatera Barat.

Dadan Rudiansyah Tekankan Budaya Keselamatan

Rangkaian kunjungan diawali dengan pembinaan dan sosialisasi kepada jajaran KAI Divre II Sumbar di Ruang Rapat Buya Hamka, kantor divisi regional tersebut.

Dalam arahannya, Dadan menekankan pentingnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap prosedur, serta koordinasi antarsatuan kerja. Ia juga mengingatkan seluruh pegawai agar mengenali potensi bahaya sejak dini.

Menurut Dadan, konsistensi dalam menerapkan prosedur keselamatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keandalan operasional kereta api.

“Keselamatan tidak boleh hanya menjadi prosedur, tetapi harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran. Pemeriksaan dan evaluasi lapangan harus mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini serta memastikan tindak lanjut yang tepat, sehingga keandalan operasional dapat terjaga dan layanan kereta api memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemeriksaan Mencakup Stasiun dan Jalur Rel

Pada 22 Oktober 2026, rombongan meninjau operasional kereta api dan kondisi Stasiun Kayutanam. Pemeriksaan juga mencakup pergerakan penumpang, interaksi petugas dengan pelanggan, serta kondisi jalur rel bergerigi.

Sehari berikutnya, rombongan memeriksa jalur menggunakan lori dresin pada lintas Stasiun Padang–Bukit Putus–Indarung.

Baca Juga :  Libur Sekolah Belum Berakhir, KAI Divre II Sumbar Sediakan 18.122 Tiket Kereta Lokal hingga 12 Juli 2026

Petugas mengevaluasi kondisi rel, wesel, jembatan, drainase, dan fasilitas operasional lainnya. Rombongan juga meninjau fasilitas serta pelayanan di Stasiun Bukit Putus, Pauh Lima, dan Indarung.

Hasil peninjauan lapangan menjadi bagian dari evaluasi untuk mengenali potensi risiko dan menentukan kebutuhan pemeliharaan prasarana. Langkah ini sekaligus membantu memastikan kesiapan fasilitas dalam mendukung operasional kereta api.

Dadan menegaskan setiap keputusan operasional harus mengutamakan keselamatan. Kesiapan infrastruktur dan kerja sama seluruh insan KAI juga menjadi bagian penting dalam menjaga standar keselamatan perjalanan.

Jumlah Pelanggan KAI Divre II Sumbar Naik 15,81 Persen

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, menyebut keselamatan dan keandalan operasional sebagai fondasi utama layanan transportasi berkelanjutan.

Data perusahaan mencatat KAI Divre II Sumbar melayani 1.731.760 pelanggan selama Januari–September 2026. Angka tersebut meningkat 15,81 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencapai 1.495.310 pelanggan.

Pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan peran kereta api dalam menunjang mobilitas masyarakat. Moda transportasi ini menghubungkan berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk aktivitas pendidikan, perdagangan, dan pekerjaan.

Selain itu, layanan kereta api turut mendukung sektor pariwisata di Sumatera Barat. KA Minangkabau Ekspres menghubungkan kawasan perkotaan dengan Bandara Internasional Minangkabau.

Sementara itu, KA Pariaman Ekspres melayani mobilitas masyarakat dan wisatawan menuju kawasan pesisir serta berbagai destinasi wisata di Pariaman.

Konektivitas tersebut memberikan alternatif perjalanan bagi wisatawan. Aktivitas ini juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk sektor kuliner, perdagangan, transportasi lanjutan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Jalur Padang–Indarung Dukung Konektivitas Industri

Selain melayani penumpang, infrastruktur kereta api memiliki peran dalam menghubungkan kawasan perkotaan, industri, dan simpul distribusi barang.

Baca Juga :  Palu Salurkan Rp250 Juta untuk Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Padang

Karena itu, pemeriksaan lintas Padang–Bukit Putus–Indarung menjadi bagian dari evaluasi kesiapan prasarana pada koridor operasional yang berkaitan dengan kegiatan industri dan distribusi.

Pemeliharaan rel, wesel, jembatan, drainase, serta fasilitas pendukung diperlukan untuk menjaga keselamatan perjalanan dan kelancaran operasional. Kondisi infrastruktur yang andal juga mendukung keterhubungan kereta api dengan moda transportasi lainnya.

Keandalan layanan penumpang turut menunjang mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata. Di sisi lain, kesiapan prasarana dapat mendukung distribusi logistik serta aktivitas ekonomi antarkawasan.

KAI Divre II Sumbar menyatakan akan terus memperkuat koordinasi antarunit kerja untuk menjaga keselamatan perjalanan, meningkatkan keandalan infrastruktur, dan memperbaiki kualitas pelayanan.

Melalui upaya tersebut, perusahaan menargetkan layanan kereta api yang selamat, aman, andal, dan berkelanjutan. Kereta api diharapkan terus mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata, distribusi logistik, serta pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat. (*)

Berita Terkait

Defri Mulyadi Kembali Pimpin IJTI Sumbar 2026–2030, Raih 38 Suara
KAN Nanggalo Perkuat Pelestarian Adat, Pemko Padang Dorong Sinergi Nagari
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Rusak di Tanjung Aur dan Simpang Maut
Bunda PAUD Padang Dorong Pengasuhan Anak Berbasis Budaya Minangkabau
KPID Sumbar Bekali Jurnalis TV Etika Peliputan Bencana, Tekankan Verifikasi dan Empati
Banjir Rusak SPAM di Padang, Kementerian PU Siapkan Pemulihan 12 Infrastruktur Air Minum
Pemko Padang Benahi Drainase dan Trotoar Pasar Raya, Jalan Samudera Ditata Sepanjang 3,2 Km
DLH Padang Kerahkan 200 Petugas Bersihkan Jalan Sandang Pangan Pascapenataan Pasar Raya

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Balita Hilang Tiga Hari di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal, 200 Meter dari Lokasi Awal

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Satpol PP Padang Amankan 11 Orang saat Patroli Dini Hari di Khatib Sulaiman dan Batang Arau

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Berpotensi Selamatkan 5,8 Juta Jiwa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Kapolri: Kapal Tanker Pengangkut 1,16 Ton Ketamin Berulang Kali Ganti Nama

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Polri Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun di Sumut, 8 Awak Kapal Ditangkap

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Satpol PP Padang Amankan 11 Orang Saat Patroli Dini Hari, Temukan Pemuda Konsumsi Alkohol

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Praktik Mucikari di Padang, Satu Pria Diamankan

Berita Terbaru