Javanusa.com—Kaki gatal bisa muncul karena masalah kulit sederhana hingga gangguan kesehatan tertentu. Mengenali penyebabnya membantu menentukan perawatan yang tepat dan mencegah keluhan berulang.
Keluhan kaki gatal memiliki banyak pemicu. Kondisi kulit, infeksi, alergi, hingga gangguan sirkulasi dapat menimbulkan gejala serupa.
Berikut beberapa penyebab kaki gatal yang cukup sering terjadi.
1. Kulit kering
Kulit kehilangan kelembapan dan menjadi lebih mudah mengalami iritasi. Kondisi tersebut sering memicu rasa gatal pada kaki.
Kebiasaan mandi menggunakan air panas dapat memperburuk kulit kering. Sabun yang tidak sesuai dan paparan ruangan ber-AC juga dapat menjadi pemicu.
Selain gatal, kulit biasanya terlihat kasar, bersisik, atau mengalami pecah-pecah.
2. Infeksi jamur
Infeksi jamur, termasuk kutu air atau tinea pedis, juga sering menyebabkan kaki gatal. Jamur lebih mudah berkembang pada kaki yang lembap.
Penggunaan sepatu tertutup dalam waktu lama dapat meningkatkan kelembapan kaki. Kondisi serupa juga dapat terjadi ketika seseorang memakai kaus kaki yang basah.
Infeksi biasanya menimbulkan kulit mengelupas, kemerahan, pecah-pecah, dan terkadang berbau tidak sedap.
3. Alergi dan dermatitis kontak
Kontak dengan zat tertentu dapat memicu reaksi alergi atau dermatitis kontak. Pemicu dapat berasal dari sabun, deterjen, losion, sepatu, maupun sandal.
Selain rasa gatal, kulit dapat mengalami kemerahan dan muncul ruam. Sebagian orang juga merasakan sensasi perih pada area yang mengalami iritasi.
4. Gigitan serangga
Gigitan nyamuk, kutu, tungau, atau serangga lain dapat menimbulkan rasa gatal pada kaki. Biasanya, muncul bentol kemerahan di sekitar lokasi gigitan.
Pembengkakan ringan juga dapat menyertai keluhan tersebut. Pada banyak kasus, rasa gatal berangsur menghilang dalam beberapa hari.
5. Eksim atau dermatitis
Eksim merupakan peradangan kulit yang dapat menimbulkan gatal cukup berat. Keluhan biasanya semakin terasa ketika penyakit mengalami kekambuhan.
Kulit kaki dapat terlihat merah, kering, bersisik, atau pecah-pecah. Jika penderita sering menggaruk, area tersebut juga dapat mengeluarkan cairan.
6. Neurodermatitis
Neurodermatitis atau liken simpleks kronis membuat seseorang terus menggaruk bagian kulit yang terasa gatal. Kebiasaan tersebut kemudian membuat siklus gatal dan garukan semakin sulit dihentikan.
Dalam jangka panjang, kulit dapat menjadi lebih tebal, kasar, dan mengalami perubahan warna. Stres, gigitan serangga, serta iritasi kulit dapat memicu kondisi ini.
Neurodermatitis tidak hanya muncul pada satu lokasi. Kaki juga dapat menjadi salah satu area yang terdampak.
7. Penyakit arteri perifer
Gangguan aliran darah ke tungkai juga dapat memicu rasa gatal pada kaki. Penyakit arteri perifer terjadi ketika pembuluh darah mengalami penyempitan.
Selain gatal, penderitanya dapat mengalami nyeri atau kram saat berjalan. Risiko meningkat pada perokok serta orang dengan diabetes, kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi.
Waspadai kaki gatal yang disertai nyeri hebat atau luka sulit sembuh. Kaki yang terasa dingin dan tampak pucat juga memerlukan pemeriksaan medis.
8. Penyakit tertentu
Kaki gatal yang menetap terkadang berkaitan dengan penyakit tertentu. Diabetes, penyakit ginjal kronis, gangguan hati, dan gangguan saraf dapat menimbulkan keluhan tersebut.
Gatal akibat kondisi sistemik biasanya tidak segera membaik. Keluhan juga dapat muncul berulang tanpa penyebab kulit yang jelas.
Karena itu, pemeriksaan dokter penting untuk mencari penyebab yang mendasarinya.
Cara Mengatasi Kaki Gatal
Penanganan harus mengikuti penyebab kaki gatal. Namun, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi keluhan sekaligus menjaga kesehatan kulit.
Jaga kebersihan kaki
Cuci kaki setiap hari menggunakan sabun yang lembut. Setelah itu, keringkan seluruh bagian kaki, terutama area di antara jari.
Kebiasaan tersebut membantu mengurangi kelembapan berlebih. Langkah ini juga dapat menurunkan risiko infeksi jamur dan iritasi.
Gunakan pelembap
Oleskan pelembap secara rutin jika kulit kaki mudah kering. Perawatan ini membantu mempertahankan kelembapan dan mengurangi iritasi.
Pelembap juga bermanfaat bagi orang yang sering berada dalam ruangan ber-AC.
Ganti kaus kaki secara teratur
Pilih kaus kaki yang mampu menyerap keringat. Segera ganti kaus kaki jika sudah basah atau terasa lembap.
Selain itu, jaga sepatu tetap bersih dan kering. Lingkungan yang lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur.
Jangan menggaruk kulit
Menggaruk memang dapat mengurangi rasa gatal untuk sementara. Namun, kebiasaan tersebut dapat memperparah iritasi dan menyebabkan luka.
Luka akibat garukan juga meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada kulit.
Hindari pemicu alergi
Jika keluhan muncul setelah memakai produk tertentu, cari tahu kemungkinan pemicunya. Sabun, deterjen, losion, sepatu, dan sandal dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
Menghindari pemicu dapat membantu mengurangi keluhan dan mencegah kaki gatal kembali muncul.
Gunakan obat sesuai penyebab
Kaki gatal akibat infeksi jamur, alergi, atau penyakit kulit mungkin membutuhkan pengobatan khusus. Dokter dapat menentukan jenis obat berdasarkan penyebab dan kondisi kulit.
Hindari menggunakan obat secara sembarangan, terutama jika keluhan berlangsung lama atau semakin berat.
Kapan Kaki Gatal Perlu Diperiksa?
Kaki gatal akibat kulit kering atau iritasi ringan biasanya membaik dengan perawatan sederhana. Namun, keluhan yang menetap memerlukan perhatian lebih lanjut.
Segera konsultasikan kondisi tersebut jika muncul ruam yang meluas. Kulit melepuh, bernanah, atau luka yang sulit sembuh juga memerlukan pemeriksaan.
Demam yang menyertai kaki gatal menjadi tanda lain untuk segera mencari pertolongan medis. Pemeriksaan juga penting jika keluhan tidak membaik meski sudah menjalani perawatan mandiri.
Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan kaki gatal dapat dilakukan secara lebih tepat. Menjaga kebersihan, mempertahankan kelembapan kulit, dan menghindari pemicu menjadi langkah penting untuk mencegah kekambuhan. (*)






