Kalender Hijriah Global Tunggal Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari 2027

Penulis -

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ramadan. (Foto: Pexels)

Ilustrasi Ramadan. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menetapkan awal Ramadan 1448 Hijriah pada Senin, 8 Februari 2027.

Penentuan ini mengacu pada perhitungan astronomis yang memenuhi kriteria kalender global untuk menyatukan awal bulan kamariah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Perhitungan tersebut merujuk pada posisi Bulan saat Matahari terbenam di Darwin, Australia, pada Ahad, 7 Februari 2027. Wilayah ini memenuhi parameter astronomis yang menjadi dasar penetapan awal bulan dalam sistem KHGT.

Perhitungan Astronomis Menjelang Ramadan 2027

Data astronomis mencatat ijtimak atau konjungsi menjelang akhir Syakban 1448 H terjadi pada Sabtu, 6 Februari 2027, pukul 15.56.07 UTC. Namun, kondisi astronomis saat itu belum memenuhi seluruh persyaratan kalender global.

Parameter yang ditetapkan KHGT baru terpenuhi pada Ahad, 7 Februari 2027, di Darwin, Australia. Saat itu, Matahari terbenam pada pukul 18.47.59 waktu setempat atau 09.17.59 UTC.

Pada waktu tersebut, tinggi Bulan geosentrik mencapai +5° 54′ 45″. Sementara itu, elongasi geosentrik Bulan tercatat sebesar 8° 14′ 19″.

Kedua angka tersebut memenuhi ambang astronomis yang digunakan KHGT untuk menentukan awal bulan kamariah.

Sistem ini mensyaratkan tinggi Bulan geosentrik minimal 5 derajat dan elongasi geosentrik minimal 8 derajat sebelum pukul 00.00 UTC.

Mengapa Pengamatan di Satu Wilayah Berlaku Global?

KHGT menggunakan prinsip kalender global untuk menentukan awal bulan Hijriah. Artinya, pemenuhan kriteria astronomis di wilayah yang memenuhi persyaratan dapat menjadi dasar penetapan tanggal yang berlaku secara global.

Dengan pendekatan ini, umat Islam tidak perlu menunggu setiap negara memenuhi parameter astronomis yang sama secara terpisah. Awal bulan juga tidak bergantung pada penampakan hilal yang serentak di seluruh wilayah dunia.

Prinsip tersebut membedakan KHGT dari metode penentuan awal bulan yang berfokus pada pengamatan lokal. Dalam sistem kalender global, data pengamatan dari suatu wilayah menjadi bagian dari perhitungan astronomis dunia, bukan batas geografis untuk menetapkan tanggal bagi seluruh umat Islam.

Baca Juga :  Menteri PU Resmikan Groundbreaking Fly Over Sitinjau Lauik

Pendekatan ini bertujuan menghadirkan kepastian waktu ibadah. Selain itu, kalender global diharapkan mendukung penggunaan kalender Islam dalam urusan sipil dan perencanaan jangka panjang.

KHGT Memiliki Ketentuan Khusus dalam Kondisi Tertentu

Meski menerapkan prinsip kesatuan global, KHGT juga memperhitungkan kondisi astronomis tertentu melalui mekanisme pengecualian.

Salah satu skenario yang diperhitungkan terjadi ketika ijtimak berlangsung di Selandia Baru sebelum fajar, sementara parameter imkan rukyat baru terpenuhi di wilayah daratan Benua Amerika.

Ketentuan ini mempertimbangkan posisi geografis Selandia Baru di kawasan paling timur dalam cakupan perhitungan kalender dan Benua Amerika di kawasan barat.

Mekanisme tersebut membantu menjaga kesinambungan penentuan awal bulan ketika kondisi astronomis di sekitar batas pergantian hari memerlukan perlakuan khusus. Dengan demikian, sistem kalender tetap mengacu pada kerangka penetapan tanggal yang berlaku secara global.

Awal Ramadan 1448 H pada 8 Februari 2027

Berdasarkan parameter astronomis yang terpenuhi di Darwin pada Ahad, 7 Februari 2027, KHGT menetapkan Senin, 8 Februari 2027, sebagai 1 Ramadan 1448 H.

Penetapan tersebut menempatkan perhitungan astronomis sebagai dasar penyusunan kalender yang berorientasi pada kesatuan waktu umat Islam.

Tanggal ini merupakan hasil perhitungan menurut KHGT, sehingga perlu dibedakan dari penetapan awal Ramadan oleh otoritas lain yang menggunakan metode atau kriteria berbeda. (*)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Pertunjukan Musik, Ini yang Dipersoalkan MUI soal Andrea Bocelli
Bima Ayman Modjo Debut Lewat Single Rindu yang Lirih, Kisahkan Proses Pendewasaan Diri
Amanda Caesa Rilis EP Cute Talks, Angkat Kisah Hubungan yang Tak Kunjung Pasti
Kader Dakwah Muhammadiyah Harus Siap Hadapi Tantangan AI
Kapolri dan Menhub Perkuat Koordinasi Pengamanan Nataru 2026 dan Lebaran 2027
Bareskrim Usut 5 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label, 1.194 Kemasan Disita
Kemenag Siapkan 5 Program Pesantren 2026, dari SAFESANTRI hingga Dakwah Digital
Siswi MTsN 6 Padang Raih Emas dan Best Campaign KREASI 2026 Berkat Inovasi Madrasah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:20 WIB

484 Mahasiswa Timur Tengah Ikuti Tes CAT Daring Seleksi Petugas Haji Arab Saudi 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Menhaj Minta Dana Haji Rp184 Triliun Dikelola Lebih Produktif, Ini Alasannya

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Waspada

Berita Terbaru

Pemain Semen Padang FC berduel dengan pemain Persiku Kudus, Sabtu (24/10/2026). (Foto: MO Semen Padang FC)

Liga 2

Semen Padang FC Bangkit, Tekuk Persiku Kudus 2-1

Sabtu, 24 Okt 2026 - 23:40 WIB