Jakarta, Javanusa—Pemerintah mempercepat upaya memperluas pasar ekonomi kreatif Indonesia ke Kanada.
Negara tersebut dinilai memiliki daya beli tinggi, ekosistem industri kreatif yang berkembang, serta peluang besar untuk mendorong ekspor produk kreatif nasional.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat strategi ekspansi produk ekonomi kreatif Indonesia ke Kanada melalui sinergi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membuka pasar internasional yang lebih luas bagi pelaku industri kreatif dalam negeri.
Komitmen tersebut mengemuka saat Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (2/7).
Menurut Teuku Riefky, Kanada menawarkan peluang yang masih sangat besar bagi produk ekonomi kreatif Indonesia. Tingginya daya beli masyarakat serta meningkatnya ketertarikan terhadap produk kreatif Indonesia menjadi modal penting untuk memperluas penetrasi pasar.
“Kanada sebetulnya pasarnya masih luas untuk Indonesia, terutama dengan pegiat ekraf di Indonesia itu memiliki taste, bakat, budaya, kreativitas yang luar biasa, serta dedikasi yang tinggi terhadap industri kreatif. Di tengah berbagai tantangan ini, Kementerian Ekraf terus memperkuat kolaborasi melalui pendekatan hexahelix untuk memperluas akses pasar bagi para pegiat ekonomi kreatif,” ujar Menteri Ekraf.
Hubungan Indonesia-Kanada Makin Prospektif
Lebih lanjut, Teuku Riefky menilai hubungan bilateral Indonesia dan Kanada memasuki fase yang semakin menjanjikan.
Momentum tersebut semakin menguat setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang membuka peluang kerja sama lebih luas di berbagai sektor.
Di sisi lain, kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat. Pada 2025, sektor ini menyerap hampir 20 persen dari total tenaga kerja nasional.
Capaian tersebut menjadi fondasi untuk memanfaatkan berbagai kerja sama ekonomi internasional, termasuk Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA), guna meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia di pasar global.
Quebec dan Toronto Jadi Peluang Baru
Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyebut potensi pasar ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya berada di kota-kota besar seperti Toronto.
Menurutnya, Quebec juga memiliki prospek yang menjanjikan karena didukung industri kreatif yang berkembang dan masyarakat dengan daya beli tinggi.
“Quebec dapat menjadi salah satu pusat pengembangan fesyen Indonesia. Selain itu, kami juga terus memperkenalkan beragam kuliner Nusantara melalui food festival di Toronto. Sebanyak 97 ribu wisatawan Kanada berkunjung ke Indonesia, dan angka tersebut masih dapat terus ditingkatkan. Kami berharap dapat mengkolaborasikan pegiat ekonomi kreatif Indonesia dengan berbagai perusahaan di Kanada,” kata Muhsin.
Selain memperkenalkan fesyen, promosi kuliner Indonesia melalui berbagai festival makanan di Toronto juga terus dilakukan untuk memperkuat citra Indonesia di Kanada sekaligus menarik lebih banyak wisatawan.
Perkuat Promosi dan Jejaring Bisnis
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf bersama KBRI Ottawa sepakat memperkuat kolaborasi dalam membuka peluang promosi, investasi, dan jejaring bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas akses produk kreatif Indonesia ke pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha kreatif nasional. (*/red)






