Padang, Javanusa—Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol. Jawari mengajak masyarakat memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah judi online, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, perzinahan, serta berbagai tindak kriminal.
Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Al Hakim, Kota Padang, Sabtu (17/10/2026). Melalui kegiatan ini, Kapolda mengajak warga membangun kepedulian bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.45 WIB itu menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar turut hadir, bersama personel Brimob, Samapta, Ditpolairud, serta para jemaah Masjid Al Hakim.
Rangkaian acara diawali dengan Salat Subuh berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan arahan Kapolda dan tausiah. Kegiatan berakhir dengan ramah tamah serta foto bersama.
Dalam arahannya, Jawari menegaskan aparat kepolisian tidak bisa bekerja sendiri untuk mencegah perilaku menyimpang dan menjaga keamanan lingkungan. Ia menilai keterlibatan keluarga dan seluruh lapisan masyarakat sangat penting untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kehadiran kami dari Kepolisian Daerah Sumatera Barat tidak semata untuk menjalankan tugas kepolisian, tetapi untuk menjalin silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah dengan para jemaah sekalian. Tugas kita bersama adalah melakukan amar makruf nahi mungkar,” ujar Irjen Pol Jawari.
Judi Online dan Narkoba Jadi Perhatian
Jawari mengingatkan warga agar mewaspadai berbagai persoalan sosial, mulai dari perjudian online, konsumsi minuman keras, penyalahgunaan narkotika, hingga perzinahan.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian bersama karena dapat berkaitan dengan kerawanan sosial dan tindak kriminal. Beberapa kejahatan yang perlu diantisipasi antara lain pencurian, perampokan, dan pembegalan.
Kapolda juga menyoroti penyalahgunaan dan peredaran narkotika yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Ia meminta masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, terutama untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
“Peran ibu-ibu dan keluarga sangat besar untuk membentengi generasi muda kita. Mari kita perangi bersama berbagai bentuk kemungkaran ini, sehingga lingkungan kita tetap aman dan generasi penerus dapat tumbuh dengan baik,” tegas Kapolda Sumbar.
Polda Sumbar Dorong Pengawasan terhadap Anak
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menjelaskan Subuh Keliling menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat kebersamaan dalam beribadah, tetapi juga mendorong kesadaran warga untuk menjaga kamtibmas berdasarkan nilai agama dan budaya Minangkabau.
“Melalui program Subuh Keliling ini, Bapak Kapolda ingin mempererat kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah warga bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra spiritual dalam membangun kesadaran kolektif untuk mencegah penyakit masyarakat,” ungkap Kombes Pol Susmelawati.
Ia turut mengingatkan orang tua agar mengawasi pergaulan anak dan memperhatikan aktivitas mereka dalam menggunakan gawai. Pengawasan tersebut penting untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba, judi online, dan berbagai pengaruh negatif akibat penggunaan perangkat digital yang tidak terkontrol.
“Sinergi antara Polri, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan damai di Sumatera Barat,” tambahnya.
Sejalan dengan Falsafah Minangkabau
Susmelawati menegaskan bahwa pendekatan melalui kegiatan keagamaan selaras dengan falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Falsafah tersebut menempatkan nilai-nilai agama sebagai landasan kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al Hakim berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Polda Sumbar berharap kegiatan ini semakin memperkuat hubungan antara polisi dan warga serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mencegah penyakit sosial.
Melalui kolaborasi kepolisian, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat, upaya menjaga lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di Sumbar diharapkan berjalan lebih efektif. (*)






