Dharmasraya, Javanusa—Kebakaran lahan di Hulu Sungai Palimauan, Nagari Panyubarangan, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, membakar sekitar 30 hektare area sejak Selasa (8/9/2026).
Polres Dharmasraya bersama pemerintah nagari dan masyarakat langsung melakukan pemadaman serta mitigasi pada Rabu (9/9/2026). Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro memimpin langsung penanganan di lokasi.
Api membakar lahan kosong dan sekitar satu hektare tanaman kelapa sawit berusia lima tahun. Petugas juga menemukan sekitar 100 batang sawit milik warga yang terdampak kebakaran.
Kapolres Pimpin Penanganan Karhutla
AKBP Kartyana mengatakan, polisi bergerak setelah menerima laporan mengenai kebakaran. Personel Polres dan Polsek kemudian berkoordinasi dengan pemerintah nagari serta warga untuk mencegah api meluas.
“Begitu mendapat informasi, kami bersama jajaran, unsur pemerintahan nagari, serta masyarakat langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan mitigasi dan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Area yang terbakar terdiri dari lahan kosong serta sekitar satu hektare tanaman kelapa sawit usia lima tahun,” ujar AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro di lokasi kejadian.
Pendataan sementara menunjukkan pemilik tanaman sawit yang terbakar belum diketahui. Polisi memperkirakan kerugian material akibat peristiwa tersebut mencapai Rp50 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran lahan tersebut.
Angin Kencang dan Lahan Kering Jadi Kendala
Kapolres menduga api berasal dari rambatan kebakaran sebelumnya. Aktivitas pembakaran rumput atau ilalang kering juga menjadi salah satu dugaan penyebab.
Kondisi kemarau membuat vegetasi di sekitar lokasi mudah terbakar. Angin kencang kemudian meningkatkan risiko munculnya kembali titik api.
Petugas menghadapi sejumlah kendala saat melakukan pemadaman. Lokasi kebakaran cukup jauh dan memiliki akses yang sulit.
Selain itu, kondisi sungai yang mengering membuat sumber air terbatas. Keterbatasan peralatan juga menyebabkan kendaraan pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau titik api secara langsung.
Petugas Masih Pantau Titik Api
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah nagari, dan masyarakat akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran. Meski api sudah padam, personel gabungan tetap berjaga di sekitar lokasi.
Mereka melakukan proses pendinginan sekaligus memantau area terdampak. Langkah tersebut bertujuan mencegah munculnya kembali titik api.
Kapolres juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca masih kering.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menghentikan kebiasaan membakar lahan saat melakukan pembukaan lahan pertanian. Situasi saat ini sudah aman dan terkendali, namun kewaspadaan harus terus ditingkatkan mengingat cuaca kering dan angin kencang,” tegas Kapolres. (*)






