Kasus Ekspor CPO: Kejagung Sita Rp 11,8 Triliun dari Wilmar Group, Begini Penampakannya!

Penulis -

Selasa, 17 Juni 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uang sitaan dari Wilmar Group saat ditampilkan di Gedung Bundar, Jampidsus, Kejagung, Jakarta, Selasa (17/6/2025). (Foto: Shela Octavia)

Uang sitaan dari Wilmar Group saat ditampilkan di Gedung Bundar, Jampidsus, Kejagung, Jakarta, Selasa (17/6/2025). (Foto: Shela Octavia)

Jakarta, Javanusa—Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali menunjukkan langkah tegas dalam pengusutan kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang melibatkan korporasi besar.

Kali ini, penyidik menyita total uang sebesar Rp 11.880.351.802.619 dari Wilmar Group, salah satu perusahaan yang terlibat dalam perkara tersebut.

Sebagai simbol penyitaan, uang tunai senilai Rp 2 triliun dipamerkan secara langsung di Gedung Bundar, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Kejagung.

Uang pecahan Rp 100.000 itu tampak tersusun rapi hingga membentuk tumpukan besar yang mengelilingi kursi para narasumber.

Tumpukan uang tunai ini juga memenuhi meja utama tempat pejabat Kejagung akan memberikan keterangan kepada media. Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait sumber dan rincian aliran dana yang disita.

Dalam proses penyidikan, Kejaksaan telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari:

  • Muhammad Syafei (Social Security Legal Wilmar Group)
  • Muhammad Arif Nuryanta, Ketua PN Jakarta Selatan
  • Wahyu Gunawan, Panitera Muda Perdata Jakarta Utara
  • Marcella Santoso dan Ariyanto Bakri, kuasa hukum korporasi
  • Djuyamto, Ketua Majelis Hakim
  • Agam Syarif Baharuddin dan Ali Muhtarom, Anggota Majelis Hakim

Berdasarkan hasil penyelidikan, Muhammad Arif Nuryanta diduga menerima suap sebesar Rp 60 miliar saat masih menjabat sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Pusat.

Sementara itu, tiga hakim lainnya diduga menerima Rp 22,5 miliar untuk memutus perkara dengan vonis lepas (ontslag van alle recht vervolging).

Vonis Lepas dan Dugaan Suap dalam Penanganan Perkara

Vonis lepas merupakan putusan yang menyatakan terdakwa terbukti melakukan perbuatan seperti yang didakwakan, tetapi tidak tergolong sebagai tindak pidana.

Dalam konteks ini, Kejaksaan menduga vonis tersebut diatur melalui pemberian suap kepada para hakim yang menangani kasus ekspor CPO.

Baca Juga :  Wako Fadly Amran Dorong PNP Youth Innovators Fest 2026 Jadi Event Kota Padang

Kejaksaan Agung menegaskan akan terus mendalami perkara ini, termasuk potensi keterlibatan pihak lain serta upaya pengembalian kerugian negara. Proses hukum terhadap para tersangka juga akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (*/red)

Sumber: kompas.com

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru