Kasus Penebangan Ilegal di Solok: Gakkum Menang Praperadilan, Penindakan Hukum Berlanjut

Penulis -

Jumat, 5 Desember 2025 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Pessel, Novermal Yuska bersama aparat hukum saat turun ke lokasi penemuan kayu diduga ilegal di hulu sungai Batang Bayang, di Jorong Sariak Bayang, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Solok. (Foto: Dok. Novermal)

Anggota DPRD Pessel, Novermal Yuska bersama aparat hukum saat turun ke lokasi penemuan kayu diduga ilegal di hulu sungai Batang Bayang, di Jorong Sariak Bayang, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Solok. (Foto: Dok. Novermal)

Padang, Javanusa—Upaya praperadilan yang diajukan BS 49, terkait penetapan tersangka dan penyitaan dalam kasus dugaan penebangan pohon ilegal di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, resmi ditolak oleh Pengadilan Negeri Koto Baru.

Putusan tersebut dibacakan Hakim Tunggal Rizky Kurnia Eka Putra pada 17 November 2025 dalam perkara Nomor 1/Pid.Pra/2025/PN Kbr. Hakim menolak seluruh permohonan pemohon dan menyatakan tindakan penyidik Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera telah sesuai ketentuan hukum.

Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dwi Januanto Nugroho, menjelaskan negara memiliki tanggung jawab penuh menjaga kelestarian ekosistem hutan di wilayah Sumatera Barat.

“Ekosistem hutan di Kabupaten Solok adalah daerah tangkapan air penting dan harus dijaga kelestariannya. Negara akan selalu hadir memastikan keberlanjutan hutan primer baik di kawasan hutan maupun APL,” tegasnya, Kamis (5/12).

Ia juga menambahkan putusan praperadilan itu memperkuat langkah penegakan hukum yang telah ditempuh Ditjen Gakkum dalam menangani kasus tersebut.

Permohonan praperadilan diajukan BS setelah Ditjen Gakkum meningkatkan status kasus penebangan ilegal di Jorong Sariak Bayang, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Solok, dari penyelidikan ke penyidikan pada 23 Agustus 2025.

BS kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Oktober 2025 dalam kapasitasnya sebagai kuasa pemilik PHAT SD. Pemohon mempersoalkan keabsahan penetapan tersangka dan penyitaan barang bukti.

Dirjen Dwi Januanto menegaskan kembali penanganan perkara ini merupakan wujud konsistensi negara dalam menjaga kelestarian hutan.

Ia menjelaskan, penegakan hukum kehutanan adalah langkah penting untuk mencegah bencana ekologis dan memastikan kegiatan pemanfaatan hutan berlangsung sesuai aturan.

“Penegakan hukum harus berjalan tegas agar fungsi hutan sebagai penyedia jasa lingkungan dan penyangga kehidupan tetap terjaga,” ingatnya.

Baca Juga :  Gakkum KLHK Segel Lokasi Pembalakan Liar di Hulu Sungai Batang Bayang, Warga Desak Pemulihan Hutan

Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera, Hari Novianto, menjelaskan praperadilan sering disalahartikan sebagai sarana menguji materi pokok perkara. Padahal, menurutnya, praperadilan hanya memeriksa aspek formil, yakni terpenuhinya minimal dua alat bukti yang sah.

“Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan lebih dari dua alat bukti relevan sesuai KUHAP dan Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014,”  ujar Hari.

Ia menegaskan seluruh proses penyidikan telah dilakukan secara cermat, didukung bukti tertulis, bukti ilmiah, dan keterangan ahli.

Kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas pembalakan liar di wilayah tangkapan air hulu Batang Sungai Bayang yang mengancam daerah hilir di Kabupaten Pesisir Selatan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Balai Gakkum melakukan Operasi Pembalakan Liar pada 3 Agustus 2025. Tim menemukan penebangan pohon di hutan primer baik di dalam maupun di luar areal PHAT SD, termasuk lima TPK dengan ratusan kayu bulat tanpa barcode.

Petugas juga mengamankan alat berat seperti buldoser dan ekskavator yang diduga digunakan untuk menarik kayu serta membuka jalan logging.

Barang bukti yang disita meliputi 152 batang kayu/log, dokumen kayu, dua unit ekskavator, dan satu unit buldoser. Pemeriksaan lapangan dan keterangan saksi mengungkap adanya tebangan di luar izin PHAT seluas kurang lebih 83,31 hektare, serta temuan pengangkutan kayu bulat sebanyak 11.299,81 m3, jauh di atas angka rencana LCH sebesar 7.012,21 m3.

Berdasarkan bukti-bukti tersebut, penyidik menetapkan SD (60) dan BS (49) sebagai tersangka dengan persangkaan pelanggaran Pasal 78 ayat (6) jo Pasal 50 ayat (2) huruf c UU Kehutanan, sebagaimana telah diubah melalui UU Nomor 6 Tahun 2023, serta regulasi teknis kehutanan terkait. Penyidik juga menerapkan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP terkait penyertaan.  (yoniks)

Baca Juga :  Dani Sopian: Hulu Sungai Sariak Bayang Rusak Parah, KLHK Diminta Cabut Izin PT Global Resource

Berita Terkait

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027
Fadly Amran Dorong Penguatan Literasi Pancasila Lewat Bedah Buku Karya Willy Aditya
Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:06 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumbar Hari Ini, Berikut Daftar Wilayah Terdampak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:12 WIB

BMKG Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Sumbar hingga 1 November 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WIB

BPBD Padang Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem dan Asap Sepekan Ke Depan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 28 Oktober 2026: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Daerah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 27 Oktober 2026, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar 26 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat di 3 Daerah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:45 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumbar Hari Ini, 6 Wilayah Berstatus Siaga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:54 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sumbar 24 Oktober 2026, Ini Wilayah Siaga

Berita Terbaru

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB