Padang, Javanusa—Peristiwa kebakaran terjadi di Cluster Menara Village Blok C Nomor 7, RT 002 RW 009, Kelurahan Gunung Pangilun. Api bermula dari aktivitas pembakaran sampah di belakang kawasan perumahan sebelum akhirnya merembet ke lahan dan bangunan milik warga.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia. Api dari pembakaran sampah tidak terkendali hingga menjalar ke rumah warga.
“Penyebab kebakaran ini murni kelalaian manusia atau human error, yakni aktivitas membakar sampah yang kemudian menjalar ke rumah warga,” kata Rinaldi.
Setelah api membesar, saksi di lokasi segera menghubungi Dinas Damkar Kota Padang sehingga petugas dapat bergerak cepat melakukan pemadaman.
“Laporan kami terima pukul 17.18 WIB, dan satu menit kemudian, tepatnya pukul 17.19 WIB, unit kami sudah berangkat menuju lokasi kejadian,” ujar Rinaldi.
Petugas menempuh jarak sekitar 3,6 kilometer dan tiba di lokasi pada pukul 17.25 WIB. Proses pemadaman berlangsung hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 17.54 WIB. Seluruh penanganan sejak laporan diterima hingga api padam memakan waktu sekitar 36 menit.
Satu Rumah Terdampak, Tidak Ada Korban
Kebakaran menghanguskan lahan serta merusak bagian plafon belakang satu unit rumah dengan luas area terdampak sekitar 500 meter persegi.
Rumah tersebut dihuni empat orang. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Peristiwa itu juga tidak memaksa warga mengungsi.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Penghuni rumah yang berjumlah empat orang juga tidak perlu mengungsi,” ujar Rinaldi.
Pemilik rumah diketahui bernama Andika Putra Ramadhan (21), seorang wiraswasta. Sementara saksi mata dalam kejadian itu adalah Ade Suci Indra Putra (30), seorang karyawan.
Kerahkan Tiga Armada, Aset Rp50 Miliar Berhasil Diselamatkan
Damkar Kota Padang mengerahkan tiga unit mobil pemadam bersama 50 personel gabungan dari Peleton C untuk mengatasi kebakaran.
Menurut Rinaldi, jumlah personel diperbanyak karena lokasi berada di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang sempit. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat agar api tidak merambat ke bangunan lain.
“Kami kerahkan tiga armada dan 50 personel karena situasi di lokasi cukup ramai warga dan akses jalannya kecil. Sehingga penanganan harus dilakukan secara cepat dan hati-hati agar api tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya,” jelas Rinaldi.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp20 juta. Namun, respons cepat petugas berhasil melindungi sekitar 10 bangunan di sekitar lokasi dengan estimasi nilai aset yang terselamatkan mencapai Rp50 miliar. Potensi area yang dapat terdampak apabila api tidak segera dipadamkan diperkirakan mencapai 3.000 meter persegi. (*)






