Padang, Javanusa—Kebakaran melanda kompleks Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang di kawasan Balai Baru, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Rabu malam (24/6/2026).
Api menghanguskan bangunan utama dan gudang penyimpanan bak kompos, menyebabkan satu orang mengalami luka bakar serta kerugian material yang ditaksir mencapai Rp50 juta.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang pada pukul 23.44 WIB.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan petugas dari Pos 4 Belimbing langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 3,4 kilometer.
“Petugas langsung diberangkatkan satu menit setelah laporan masuk. Sebanyak 3 armada pemadam kebakaran dan 55 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api,” ujar Rinaldi, Kamis (25/6/2026).
Api Berasal dari Salah Satu Ruangan
Berdasarkan keterangan saksi, Dasrial (52), yang bekerja sebagai buruh harian lepas, kobaran api sudah terlihat membesar ketika pertama kali diketahui. Api disebut muncul dari salah satu ruangan di dalam kompleks kantor sebelum kemudian menjalar ke bagian lain bangunan.
Melihat kondisi tersebut, Dasrial segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Padang agar api tidak semakin meluas.
Akses Sempit Sempat Hambat Pemadaman
Saat proses pemadaman berlangsung, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Jalan menuju lokasi cukup sempit dan berada di kawasan permukiman padat, sementara banyak warga berkumpul di sekitar lokasi kejadian.
Meski demikian, personel Peleton C bersama unsur Polri, TNI, dan tim medis mampu mengendalikan situasi. Api yang membakar area sekitar 20 × 20 meter berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 00.16 WIB.
Satu Korban Luka Bakar
Kebakaran menyebabkan bangunan utama Kantor DLH Padang dan tempat penyimpanan bak kompos mengalami kerusakan berat. Terdapat dua penghuni yang berada di lokasi saat kejadian, sementara satu orang mengalami luka bakar.
“Korban terluka atas nama Afdal (36), berprofesi sebagai karyawan swasta. Korban mengalami luka bakar dalam peristiwa ini,” kata Rinaldi.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat insiden tersebut.
Hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan kelalaian manusia (human error) sebagai penyebab kebakaran. Nilai kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Di sisi lain, respons cepat petugas pemadam berhasil mencegah api merambat lebih luas. Sedikitnya lima bangunan di sekitar lokasi berhasil diselamatkan bersama aset bernilai sekitar Rp500 juta, sehingga potensi kerusakan pada area seluas sekitar 500 meter persegi dapat dihindari. (*/red)






