Kelinci Belang Sumatera Ditemukan di Singgalang, UNP Dorong Konservasi Bersama Masyarakat

Penulis -

Sabtu, 26 Juli 2025 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menghadiri acara Pengabdian Masyarakat Departemen Biologi UNP di aula SMP 3 X Koto, Sabtu (26/7/2025). (Foto: Prokopim Tanah Datar)

Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menghadiri acara Pengabdian Masyarakat Departemen Biologi UNP di aula SMP 3 X Koto, Sabtu (26/7/2025). (Foto: Prokopim Tanah Datar)

Tanah Datar, Javanusa—Departemen Biologi Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil menemukan Kelinci Belang Sumatera (Nesolagus netcheri) di kawasan hutan Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Penemuan ini memperkuat status wilayah tersebut sebagai habitat satwa endemik yang perlu dilindungi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Biologi UNP, yang dilaksanakan di aula SMPN 3 X Koto pada Sabtu (26/7/2025).

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNP dalam mengungkap kekayaan hayati daerah.

Menurutnya, penemuan ini tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga berdampak pada kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi.

“Kelinci Belang Sumatera adalah hewan langka dan dilindungi. Kami menyambut baik kegiatan riset dan konservasi ini karena turut memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Ahmad Fadly.

Ia menekankan pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah.

Oleh karena itu, sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan konservasi jangka panjang.

Kolaborasi untuk Konservasi Berkelanjutan

Wakil Dekan FMIPA UNP, Prof. Dr. Yuni Ahda, mengungkapkan riset ini sekaligus menjadi momen sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem lokal.

“Melalui kegiatan Alek Konservasi Biologi, kami berharap masyarakat semakin terlibat aktif dalam menjaga flora dan fauna khas Tanah Datar,” katanya.

Ketua kegiatan pengabdian, Reki Kardiman, menambahkan kegiatan ini menyasar sekolah-sekolah, kelompok masyarakat, dan pemerintah nagari.

Program tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wali Nagari Singgalang dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Konservasi dilakukan melalui edukasi dan kolaborasi. Tujuan utamanya adalah menjaga habitat kelinci belang agar tetap lestari,” ujar Reki.

Wali Nagari Singgalang, Seri Mesra juga menyampaikan apresiasi atas riset dan pengabdian UNP.

Baca Juga :  Pemkab Pasbar Gandeng Perusahaan Sawit Atasi Kemiskinan dan Stunting

Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi awal dari upaya konservasi jangka panjang yang berdampak positif pada lingkungan dan potensi wisata berbasis alam.

Turut hadir Sekretaris Dinas PMDPPKB Tanah Datar, Heru Rahman, Camat X Koto beserta Forkopimca. Wali Nagari se-Kecamatan X Koto, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya. (*/red)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terbaru