Kemenag: Hilal Ramadan 1447 H di Bawah Ufuk, Mustahil Terukyat

Penulis -

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, memaparkan secara komprehensif data astronomis posisi hilal pada 29 Sya’ban 1447 H. (Foto: Firmandan Wijaya/Kemenag)

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, memaparkan secara komprehensif data astronomis posisi hilal pada 29 Sya’ban 1447 H. (Foto: Firmandan Wijaya/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menyatakan posisi hilal menjelang awal Ramadan 1447 Hijriah berada di bawah ufuk pada 17 Februari 2026.

Secara teoritis, kondisi ini membuat hilal tidak mungkin teramati. Paparan disampaikan dalam seminar posisi hilal jelang sidang isbat di Jakarta.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, memaparkan hasil perhitungan astronomi terbaru. Ia menegaskan penentuan awal bulan kamariah di Indonesia memakai kombinasi metode hisab dan rukyat. Kedua metode itu dipakai khusus untuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.

“Pada 17 Februari 2026, secara astronomis posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam,” ujar Cecep dalam paparannya.

Kriteria Visibilitas Hilal Belum Terpenuhi

Penetapan awal bulan mensyaratkan ijtimak sudah terjadi dan hilal berada di atas ufuk. Selain itu, tinggi dan elongasi hilal harus memenuhi standar visibilitas. Data menunjukkan syarat tersebut belum terpenuhi di seluruh wilayah Indonesia.

Kriteria yang dipakai mengacu pada standar MABIMS. Batas minimalnya adalah tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Angka ini menjadi rujukan resmi di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara.

Berdasarkan hisab, tinggi hilal di Indonesia berada pada rentang minus 2,41 derajat hingga minus 0,93 derajat. Sementara elongasi Bulan–Matahari hanya berkisar 0,94 derajat sampai 1,89 derajat. Dengan demikian, parameter visibilitas tidak terpenuhi.

“Di seluruh wilayah Indonesia, hilal tidak memenuhi kriteria imkan rukyat MABIMS,” kata Cecep. Ia menegaskan hilal secara teoritis mustahil dirukyat, baik dengan mata telanjang maupun alat optik.

Contoh Data Pengamatan di Jakarta dan Sabang

Di Jakarta Pusat, matahari terbenam pukul 18.15.17 WIB. Tinggi hilal tercatat minus 1,05 derajat dengan elongasi 1,04 derajat. Bulan justru terbenam lebih dulu, yakni pukul 18.11.40 WIB.

Baca Juga :  Festival Kota Tua 2026 Dibuka, Fadly Amran: Jadi Etalase Keberagaman Budaya dan Penggerak Ekonomi Pariwisata Padang

Selisih waktu terbenam Bulan dan Matahari mencapai 3 menit 37 detik. Umur hilal juga tercatat minus 45 menit 50 detik. Artinya, ijtimak terjadi setelah matahari terbenam.

Kondisi serupa terukur di Sabang, Aceh. Saat matahari terbenam pukul 18.51.06 WIB, tinggi hilal minus 0,98 derajat. Bulan terbenam 3 menit lebih awal dibanding Matahari.

Prediksi Awal Ramadan dan Proses Sidang Isbat

Berdasarkan perhitungan astronomi, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026. Namun, keputusan resmi tetap menunggu sidang isbat pemerintah. Sidang ini menggabungkan data hisab dan laporan rukyat lapangan.

Kemenag menghimpun laporan rukyat dari 96 titik pemantauan di seluruh Indonesia. Hasil observasi itu diverifikasi sebelum penetapan diumumkan ke publik. Pemerintah menekankan keputusan akhir bersifat resmi dan mengikat secara nasional. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB