Kemenag Kenalkan Dua Buku Antikorupsi, Angkat Kisah Ulama Penjaga Integritas

Penulis -

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenag memperkenalkan dua buku bertema antikorupsi pada peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (11/5/2026). (Foto: Kemenag)

Kemenag memperkenalkan dua buku bertema antikorupsi pada peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (11/5/2026). (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) memperkenalkan dua buku bertema antikorupsi pada peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Kementerian Dalam Negeri menggelar acara tersebut bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tiga lembaga ini mendorong penguatan pendidikan integritas di seluruh satuan pendidikan.

Dua Buku Bertema Integritas Islam

Kemenag menghadirkan dua buku utama dalam kegiatan ini. Buku pertama berjudul Nyala Obor Integritas: Kisah Ulama Melawan Korupsi. Buku kedua berjudul Dalil-Dalil Antikorupsi (Al-Qur’an, Hadis, dan Qaul Ulama).
Keduanya memperkuat pendidikan antikorupsi berbasis nilai keagamaan di pesantren dan pendidikan Islam.

Pernyataan Dirjen Pendidikan Islam

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menegaskan pentingnya pembentukan karakter antikorupsi.
Ia menyampaikan pendidikan antikorupsi tidak cukup melalui teori saja.

“Nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan integritas sejatinya telah lama menjadi bagian dari tradisi pendidikan Islam. Karena itu, penguatan pendidikan antikorupsi perlu terus dilakukan melalui pendekatan nilai dan keteladanan,” ujar Suyitno.

Ia menambahkan pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda. Pesantren tidak hanya mengembangkan intelektual, tetapi juga membangun akhlak.

“Pesantren tidak hanya mendidik aspek intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya antikorupsi,” lanjutnya.

Peran Pesantren dalam Pendidikan Integritas

Kemenag menilai pesantren memiliki kekuatan moral dan sosial yang kuat. Lembaga ini berperan strategis dalam membangun generasi berintegritas.

Pendekatan nilai menjadi dasar utama dalam pendidikan antikorupsi di lingkungan pendidikan Islam. Strategi ini diharapkan memperkuat budaya antikorupsi sejak dini.

Isi Buku Nyala Obor Integritas

Direktur Pesantren Ditjen Pendidikan Islam, Basnang Said, menjelaskan isi buku pertama. Buku tersebut memuat 40 kisah keteladanan ulama dalam menjaga amanah.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Bertekad Raih Indeks SAKIP Predikat A

Kisah-kisah itu menggambarkan penolakan terhadap berbagai bentuk penyimpangan. Sumbernya mencakup sahabat Nabi, tabiin, tabiut tabiin, hingga ulama Indonesia modern.

Tokoh yang diangkat antara lain Kiai Ahmad Dahlan, Kiai Idham Chalid, dan KH Abdurrahman Wahid. Semua tokoh tersebut menunjukkan keteguhan dalam menjaga integritas.

“Di dalamnya ada kisah para ulama besar yang menunjukkan keteguhan menjaga integritas, mulai dari generasi awal Islam hingga tokoh Indonesia modern,” jelas Basnang.

Dalil Antikorupsi dalam Islam

Buku kedua memuat dalil-dalil antikorupsi dari Al-Qur’an, hadis, dan pandangan ulama. Isi buku menegaskan larangan korupsi dalam ajaran Islam.

Buku ini juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari. Kemenag ingin memperkuat pemahaman bahwa antikorupsi memiliki dasar kuat dalam agama.

“Kami ingin menegaskan semangat antikorupsi memiliki akar yang kuat dalam ajaran Islam. Karena itu, pendidikan integritas harus terus diperkuat melalui lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pesantren,” tegas Basnang.

Hadir dalam pencuran sejumlah pejabat penting. Di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Hadir pula Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Ketua KPK Setyo Budiyanto. Perwakilan kementerian dan lembaga terkait juga turut mengikuti acara tersebut. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB