Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) selama tiga hari, 24–26 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti 100 penghulu dan penyuluh agama Islam dari 34 provinsi di Indonesia.
Bimtek bertujuan menyiapkan fasilitator yang akan memberikan pendampingan kepada remaja dalam rangka penguatan ketahanan keluarga dan pencegahan perkawinan anak.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi menyampaikan bahwa ketahanan keluarga menjadi faktor penting dalam pembinaan remaja. Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi remaja tidak terlepas dari peran keluarga dalam proses pembinaan yang berkelanjutan.
Ia menegaskan, fasilitator BRUS diharapkan dapat menjalankan peran pendampingan secara terarah sesuai tugas penghulu dan penyuluh agama di tengah masyarakat. Selain itu, ia mendorong adanya pemantauan pascakegiatan untuk memastikan materi bimtek diterapkan secara nyata.
Ahmad Zayadi juga menekankan pentingnya substansi materi serta momentum pelaksanaan bimtek yang berdekatan dengan Ramadan. Menurutnya, materi yang disampaikan perlu dipahami dan diaktualisasikan oleh fasilitator dalam aktivitas pendampingan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah Zudi Rahmanto menjelaskan bahwa BRUS merupakan bagian dari program Bimbingan Keluarga Sakinah. Program ini berfokus pada pembinaan remaja usia sekolah agar memahami nilai-nilai keluarga dan perkawinan yang sah.
Ia menyebutkan, peserta BRUS diharapkan dapat memberikan bimbingan di madrasah, sekolah, remaja masjid, dan pesantren. Tujuan utamanya adalah mencegah perkawinan anak serta membekali remaja dengan pemahaman yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Setelah BRUS, Kemenag akan melanjutkan program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) bagi remaja berusia 19 tahun ke atas yang belum menikah, serta Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin.
Bimtek ini menghadirkan instruktur nasional, yakni Sugeng Widodo, Nurmey Nurulchaq, Rindang Farida, dan Muslikhah, yang memandu pelatihan serta pendalaman materi selama kegiatan berlangsung. (*/red)






