Jakarta, Javanusa—Kementerian Perdagangan menyatakan dukungan terhadap penguatan ekspor jasa nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Jasa Profesi Indonesia–Jerman.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan hal tersebut saat menyaksikan secara daring penandatanganan MoU antara Aurelium Global Talent GmbH dan PT Tenriawaru Elite Internasional, Selasa (25/2). Penandatanganan berlangsung di Frankfurt, Jerman.
MoU ini mencakup kerja sama pelatihan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jerman serta negara-negara berbahasa Jerman. Pada tahap awal implementasi 2026, kerja sama menargetkan penempatan 120 PMI, sebagai bagian dari kebutuhan 4.000 tenaga kerja terampil, dengan estimasi nilai kerja sama awal sekitar EUR 2 juta.
Ekspor Jasa Dorong Diversifikasi Perdagangan
Menurut Wamendag Roro, pengembangan ekspor jasa, termasuk jasa profesi, menjadi salah satu pilar diversifikasi ekspor Indonesia. Sektor ini dinilai memiliki potensi nilai tambah sekaligus memperluas akses Indonesia di pasar global.
Kemendag mencatat, peningkatan ekspor jasa sejalan dengan kondisi demografi Indonesia yang memiliki ketersediaan tenaga kerja usia produktif, di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara Eropa.
Penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut misi dagang sektor jasa ke Berlin, Jerman, pada September 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian promosi Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.
Dalam pelaksanaannya, Kemendag berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Luar Negeri sebagai bentuk kerja sama lintas kementerian.
Kebutuhan Tenaga Kerja hingga 4.000 Orang
Aurelium Global Talent GmbH merupakan perusahaan Jerman milik diaspora Indonesia yang bergerak di bidang penempatan tenaga kerja. Pada 2025, perusahaan ini menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan PT Mitra Sinergi Sukses dalam ajang TEI dengan perkiraan nilai EUR 2,4 juta.
Melalui kerja sama tersebut, Aurelium menyampaikan kebutuhan sekitar 4.000 tenaga kerja dari berbagai sektor di Eropa, terutama perhotelan, ritel modern, dan layanan kesehatan. Estimasi nilai manfaat ekonomi dari pemenuhan kebutuhan tersebut mencapai sekitar EUR 80 juta.
CEO Aurelium Global Talent GmbH, Sunarlia Boesenberg, menyatakan kebutuhan tenaga kerja di Jerman terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sementara Indonesia memiliki ketersediaan tenaga kerja yang memadai.
Sementara itu, President Director PT Tenriawaru Elite Internasional, Dhiena Yuliawati, menyampaikan bahwa PMI memiliki daya saing global apabila didukung pelatihan dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri tujuan.
Kedua perusahaan menyampaikan apresiasi atas fasilitasi Kemendag, termasuk dukungan Atase Perdagangan Berlin, Indonesian Trade Promotion Center, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Frankfurt, dalam membuka peluang kerja sama.
Kemendag menyatakan komitmen untuk terus mengawal pengembangan kerja sama serupa sebagai bagian dari diplomasi perdagangan jasa Indonesia. (*/red)






