Kemenhaj Ancam Cabut Izin dan Pidanakan Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah

Penulis -

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Kemenhaj)

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap travel umrah yang terbukti menelantarkan jemaah.

Selain pencabutan izin operasional, pelaku penipuan dan penyelenggara yang merugikan jemaah juga akan diproses melalui jalur pidana.

Maraknya laporan penelantaran jemaah di Tanah Suci mendorong Kemenhaj memperketat pengawasan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pemerintah menegaskan tidak akan memberi ruang bagi penyelenggara yang mengabaikan hak-hak jemaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan mengenai travel umrah yang meninggalkan jemaah di Jeddah maupun Makkah.

Beberapa kasus terjadi karena tiket kepulangan tidak disediakan, sementara jemaah mendapat informasi yang tidak benar.

“Saya dapat banyak laporan travel-travel umrah yang mentelantarkan jamaahnya dengan berbagai argumentasi, baik di Jeddah maupun Makkah. Tiketnya tidak dibelikan dan jemaah dibohongi. Kami akan bertindak lebih tegas,” ujar Wamenhaj saat menghadiri Pengajian Akbar Jemaah Haji Indonesia di Medan, Jumat (31/7/2026).

Izin Operasional Langsung Dicabut

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dahnil menginstruksikan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh penyelenggara perjalanan.

Menurutnya, setiap travel yang terbukti menelantarkan jemaah, meski baru satu kali melakukan pelanggaran, akan langsung dikenai sanksi berupa pencabutan izin operasional.

Pelaku Penipuan Diproses Secara Pidana

Selain sanksi administratif, Kemenhaj juga akan membawa kasus-kasus penipuan ke ranah hukum. Langkah itu berlaku bagi oknum travel, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), maupun pihak lain yang terlibat dalam praktik ilegal.

Kasus yang menjadi perhatian antara lain penjualan layanan badal dan dam palsu yang disebut telah menyebabkan kerugian jemaah hingga miliaran rupiah. Pemerintah menilai penegakan hukum penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga integritas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Baca Juga :  Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Arab Saudi, Kondisinya Terus Dipantau
Lindungi Jemaah dari Praktik Curang

Dahnil menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kemenhaj yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat yang akan menunaikan ibadah.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin jemaah yang berangkat dengan niat beribadah justru menjadi sasaran praktik bisnis yang merugikan.

“Jangan sampai jemaah yang ingin beribadah dijadikan komoditas oleh orang-orang jahat ini. Kasihan ustaz dan kiai yang benar-benar berdakwah, nama mereka ikut dirusak oleh oknum-oknum yang menjual agama,” tegas Wamenhaj.

Masyarakat Agar Selektif Memilih Travel

Dahnil mengimbau masyarakat untuk lebih cermat sebelum memilih travel umrah. Ia meminta calon jemaah memastikan penyelenggara telah terdaftar secara resmi serta memiliki kepastian layanan dan keberangkatan.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko penipuan dan memastikan seluruh proses ibadah berjalan dengan aman hingga jemaah kembali ke Tanah Air. (*)

Berita Terkait

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar
Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru