Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menandatangani PKS penerbangan haji bersama PT Garuda Indonesia untuk menjamin armada dan jadwal penerbangan jemaah haji 1447–1449 Hijriah.
Penandatanganan berlangsung di Gedung Kemenhaj Jakarta, Rabu (17/12/2025), sebagai langkah strategis memastikan layanan haji yang aman dan terukur.
Kerja sama ini mencakup transportasi udara jemaah haji reguler dan petugas kloter selama tiga tahun ke depan.
PKS Tiga Tahun untuk Kepastian Layanan Haji
Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa PKS penerbangan haji menjadi instrumen penting dalam menjaga ketersediaan armada dan kapasitas kursi.
Menurutnya, kontrak tahun jamak memberikan kepastian perencanaan operasional penerbangan haji secara berkelanjutan.
“Perjanjian ini menjamin ketersediaan armada pesawat dan kapasitas seat bagi jemaah haji reguler dan petugas kloter,” ujar Irfan.
Penandatanganan PKS turut disaksikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak serta jajaran pejabat Kemenhaj.
Hadir pula Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Glenny Kairupan beserta manajemen. Kolaborasi ini memperkuat peran negara dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Koordinasi Lintas Kementerian Perkuat Keselamatan
Menteri Irfan mengapresiasi keterlibatan aktif Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Langkah ini bertujuan memastikan standar keselamatan dan kelayakan penerbangan haji terpenuhi.
Selain itu, Kemenhaj juga menekankan pentingnya sinkronisasi dengan otoritas penerbangan Arab Saudi (GACA).
Kepastian slot time dan kesesuaian rencana perjalanan haji menjadi fokus utama. Mitigasi cepat terhadap potensi gangguan penerbangan juga disiapkan.
Efisiensi Biaya dan Penurunan Tarif Haji
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Irfan mengungkapkan adanya efisiensi biaya penerbangan haji.
Garuda Indonesia memberikan penurunan harga hingga Rp 1 juta per jemaah. Kebijakan ini dinilai meringankan beban biaya penyelenggaraan ibadah haji.
“Ini bentuk dedikasi Garuda Indonesia kepada jemaah haji dan NKRI,” tegas Irfan.
Ia berharap kualitas pelayanan tetap mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Menurutnya, kredibilitas pemerintah sangat bergantung pada kelancaran penerbangan haji.
Garuda Siapkan 15 Pesawat Wide Body
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menyebut PKS penerbangan haji sebagai mandat strategis negara.
Ia menegaskan kerja sama ini bukan sekadar kontrak operasional, melainkan kebijakan jangka panjang.
Fokusnya adalah keberlanjutan layanan haji yang akuntabel dan berorientasi pada umat.
Pada musim haji 2026, Garuda Indonesia akan melayani lebih dari 102 ribu jemaah. Sebanyak 275 kelompok terbang akan diberangkatkan dari 10 bandara embarkasi.
Operasional tersebut didukung 15 armada pesawat berbadan lebar.
“Ini wujud kepercayaan pemerintah kepada Garuda sebagai national flag carrier,” ujar Glenny.
Ia berharap kolaborasi ini membawa keberkahan dan kelancaran ibadah haji. Kerja sama tersebut menjadi fondasi penting bagi layanan haji Indonesia ke depan.
Komitmen Jaga Kredibilitas Penyelenggaraan Haji
Menutup kegiatan, Menteri Irfan menekankan pentingnya kepatuhan penuh terhadap seluruh ketentuan PKS.
Menurutnya, setiap kekurangan operasional dapat berdampak luas bagi kepercayaan publik. Pemerintah berkomitmen menjaga kualitas penyelenggaraan ibadah haji secara konsisten.
Kemenhaj berharap kerja sama dengan Garuda Indonesia menjadi bagian dari suksesnya haji 1447H/2026M. Dengan perencanaan matang, layanan haji Indonesia diharapkan semakin profesional dan terpercaya. (*/red)






