Makkah, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai mematangkan kesiapan fasilitas jemaah haji Indonesia menjelang puncak wukuf di Arafah.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, memimpin peninjauan di sejumlah maktab yang dikelola Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait), termasuk Maktab 62 di wilayah Arafah.
Pengecekan ini untuk memastikan sarana prasarana di maktab berfungsi optimal sebelum kedatangan jemaah. Fasilitas tersebut mencakup pendingin ruangan dan sistem sanitasi di seluruh area maktab.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan maksimal bagi jemaah.
“Kami ingin memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat. Harus dipastikan, setiap saat kita check and recheck sampai seluruh hak jemaah terpenuhi,” tegas Ian Heryawan di sela peninjauan, Sabtu (10/5/2026).
Fasilitas Unggulan Jemaah di Arafah
Dalam pengecekan tersebut, Kemenhaj mengungkap sejumlah fasilitas unggulan bagi jemaah haji Indonesia saat wukuf di Arafah.
Setiap lorong maktab telah dilengkapi kamera pengawas (CCTV) yang beroperasi nonstop. Lantai tenda menggunakan struktur tambahan tebal untuk meredam panas gurun.
Seluruh area juga dilapisi karpet empuk, serta kasur busa baru lengkap dengan bantal dan dua selimut untuk setiap jemaah.
Untuk mengantisipasi suhu panas, setiap tenda dilengkapi dua hingga tiga unit AC. Fasilitas toilet juga disediakan dengan sistem duduk, jongkok, serta toilet khusus difabel.
Selain itu, Kemenhaj memasang rangka urinoir di luar bilik toilet pria untuk mengurangi antrean saat puncak haji.
Kemenhaj juga menyiapkan klinik maktab dengan kursi roda, musala, serta ruang customer service khusus di Arafah untuk menjaga kesehatan dan pelayanan jemaah.
Catatan dan Tenggat Waktu Persiapan
Meskipun fasilitas utama telah terpasang, Ian memberikan sejumlah catatan kepada pihak Syarikah. Ia menyoroti kebersihan lingkungan dan penyelesaian sekat antar tenda. Kemenhaj memberikan tenggat waktu lima hari untuk menyelesaikan seluruh persiapan secara maksimal.
“Kami akan cek ulang nanti dalam lima hari ke depan, yaitu hari Kamis. Para kepala sektor juga sudah kami minta melihat langsung lokasi agar mereka tahu betul di mana jemaahnya ditempatkan dan bisa segera merespons jika ada kendala,” tambah Ian.
Pengawasan Berkelanjutan Pelayanan Haji
Pengawasan berkala akan terus dilakukan oleh tim gabungan Kemenhaj. Pengawasan juga melibatkan pengawas katering dan transportasi untuk memastikan standar layanan terpenuhi. Seluruh pengawasan mengacu pada kontrak yang telah disepakati demi kesuksesan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M. (*/red)






