Kemenhaj Selidiki Dugaan Penelantaran 38 Jemaah Umrah di Jeddah, Izin PPIU Terancam Dicabut

Penulis -

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid. (Foto: Kemenhaj)

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat merespons laporan dugaan penelantaran puluhan jemaah umrah asal Kalimantan Selatan di Jeddah.

Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah langsung berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah untuk menangani persoalan tersebut.

Selain memastikan kondisi para jemaah, Ditjen Pengendalian juga memulai pemeriksaan terhadap PPIU berinisial S yang diduga bertanggung jawab atas penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah itu. Langkah tersebut dilakukan pada Jumat (31/7/2026).

Hak Jemaah Menjadi Prioritas

Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, menegaskan bahwa perlindungan terhadap jemaah menjadi prioritas utama Kemenhaj.

Menurutnya, pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap penyelenggara yang mengabaikan hak-hak jemaah.

“Jemaah harus menjadi pihak yang paling dilindungi. Kami tidak mentoleransi praktik apa pun yang menyebabkan jemaah terlantar, kehilangan hak pelayanan, atau tidak memperoleh kepastian untuk kembali ke Tanah Air,” kata Harun.

Ia menjelaskan, seluruh tanggung jawab penyelenggaraan ibadah umrah berada di tangan PPIU.

Karena itu, penyelenggara wajib menjamin seluruh layanan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari keberangkatan, akomodasi, transportasi, hingga proses kepulangan ke Indonesia.

“Setiap PPIU wajib memastikan jemaah tidak terlantar dalam kondisi apa pun. Kepastian tiket kepulangan dan keberlangsungan pelayanan merupakan tanggung jawab penyelenggara, bukan dibebankan kepada jemaah,” ujarnya.

Pemeriksaan Mencakup Dokumen hingga Tiket Kepulangan

Dalam proses penyelidikan, Ditjen Pengendalian akan mengaudit seluruh aspek penyelenggaraan perjalanan umrah. Pemeriksaan meliputi dokumen perjalanan, kontrak pelayanan, ketersediaan tiket kepulangan, serta kepatuhan PPIU terhadap ketentuan perizinan yang berlaku.

Harun menegaskan investigasi dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran administratif maupun tindakan lain yang merugikan jemaah.

“Kami akan mengusut kasus ini hingga tuntas. Apabila terbukti terjadi pelanggaran, Kemenhaj akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai ketentuan. Tidak menutup kemungkinan sanksi berupa pencabutan izin operasional PPIU apabila pelanggaran yang dilakukan terbukti berat dan mengakibatkan hak-hak jemaah terabaikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Kenal Pamit Kapolda Sumbar, Pj Wako Padang: Terima kasih Pak Suharyono, Selamat Datang Pak Gatot Tri Suryanta
Koordinasi dengan KJRI Jeddah Terus Berjalan

Sementara itu, Kemenhaj terus berkoordinasi dengan KJRI Jeddah serta otoritas terkait di Arab Saudi. Upaya tersebut bertujuan memastikan seluruh jemaah memperoleh pendampingan dan mempercepat proses kepulangan mereka ke Indonesia.

Kemenhaj kembali menegaskan bahwa perlindungan jemaah menjadi prinsip utama dalam penyelenggaraan ibadah umrah.

Setiap PPIU yang lalai menjalankan kewajibannya akan dimintai pertanggungjawaban sesuai peraturan perundang-undangan. (*)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru