Kemenhaj Tekankan Tata Kelola Anggaran Haji 2026 Ditekankan Harus Riil, Tepat Guna dan Akuntabel

Penulis -

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen PE2HU, Jaenal Effendi dalam agenda Penguatan Tata Kelola dan Penyerahan Alokasi Anggaran Operasional Haji di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (Foto: Kemenhaj)

Dirjen PE2HU, Jaenal Effendi dalam agenda Penguatan Tata Kelola dan Penyerahan Alokasi Anggaran Operasional Haji di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan pentingnya tata kelola anggaran haji 2026 yang riil, tepat guna, dan akuntabel. Pengelolaan anggaran krusial untuk menjamin kualitas layanan serta keselamatan jemaah Indonesia.

Penegasan ini disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, dalam agenda Penguatan Tata Kelola dan Penyerahan Alokasi Anggaran Operasional Haji di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M menghadapi tantangan signifikan. Pemerintah Arab Saudi kini menetapkan batas waktu pembayaran layanan Masyair secara lebih ketat.

Keterlambatan pembayaran berisiko menyebabkan hilangnya lokasi tenda strategis di Arafah dan Mina. Dampaknya dapat menurunkan kualitas layanan sekaligus meningkatkan risiko terhadap kenyamanan dan keamanan jemaah.

Kondisi ini menuntut pengelolaan anggaran yang cepat dan strategis. Namun, seluruh proses tetap harus berada dalam koridor regulasi keuangan negara.

Anggaran Harus Sesuai Kebutuhan Riil

Menindaklanjuti arahan Menteri Haji dan Umrah, Jaenal Effendi meminta seluruh satuan kerja menyusun perencanaan anggaran berbasis kebutuhan prioritas. Anggaran harus mencerminkan kondisi riil penyelenggaraan haji.

“Yang perlu digarisbawahi, seluruh satuan kerja harus benar-benar mengikuti arahan Bapak Menteri, terutama dalam menyampaikan kebutuhan yang bersifat prioritas dan riil,” ujar Jaenal Effendi.

Ia menekankan, pemanfaatan anggaran harus berdampak langsung pada kelancaran operasional. Tujuan akhirnya adalah peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia.

Koordinasi Daerah dan Pusat Jadi Kunci

Selain aspek anggaran, Jaenal Effendi menyoroti pentingnya koordinasi antara satuan kerja daerah dan pemerintah pusat. Koordinasi tersebut terutama dilakukan dengan Ditjen PE2HU.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya manusia dan biaya operasional membutuhkan sinergi yang kuat. Hal ini penting agar penyerapan dan penggunaan anggaran berjalan tertib.

Baca Juga :  Jelang Armuzna, Kemenhaj Fokus Perkuat Layanan Jemaah Haji Indonesia di Makkah

“Kita harus selalu ingat bahwa dana yang digunakan merupakan dana jemaah. Karena itu, pengelolaannya harus akuntabel dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menandatangani Pakta Integritas. Langkah ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mengelola anggaran haji secara transparan.

Penandatanganan Pakta Integritas dinilai strategis untuk memastikan setiap keputusan pengeluaran tepat sasaran. Selain itu, langkah ini memperkuat prinsip akuntabilitas dan kepercayaan publik.

Anggaran Haji 2026 Capai Rp18,2 Triliun

Untuk penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M, total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp18,2 triliun. Sebagian besar anggaran untuk kebutuhan layanan di Arab Saudi.

Komponen terbesar berikutnya berasal dari biaya penerbangan. Sementara itu, anggaran dalam negeri disalurkan melalui Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang disusun secara rinci dan terukur.

Distribusi anggaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan riil penyelenggaraan haji. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan jemaah.

Ditjen PE2HU membuka ruang diskusi lanjutan dengan seluruh satuan kerja. Forum ini bertujuan memperdalam berbagai aspek teknis, termasuk penguatan kapasitas dan kompetensi SDM.

Melalui langkah tersebut, PE2HU menegaskan komitmennya memastikan setiap rupiah anggaran operasional haji digunakan secara tepat guna. Fokus utamanya adalah menjamin kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah haji Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru