Kemenkes Perkuat Imunisasi Nasional 2026, Fokus Kejar 960 Ribu Anak Zero-Dose

Penulis -

Senin, 4 Mei 2026 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Kemenkes)

Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Kemenkes)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama mitra pembangunan menegaskan komitmen memperkuat program imunisasi nasional.

Komitmen ini disampaikan pada Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (2/5/2026).

Mitra yang terlibat antara lain UNICEF dan WHO. Kolaborasi ini menargetkan peningkatan cakupan imunisasi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Cakupan Meningkat, Anak Zero-Dose Jadi Prioritas

Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia mencapai 80,2 persen pada 2025. Angka ini menunjukkan kemajuan, meski belum merata di semua daerah.

Pemerintah mencatat hampir 960.000 anak belum menerima imunisasi sama sekali. Kelompok ini dikenal sebagai anak zero-dose dan menjadi fokus utama intervensi ke depan.

Kemenkes Prioritaskan Imunisasi Rutin Pascapandemi

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Andi Saguni, menegaskan imunisasi rutin menjadi prioritas setelah pandemi COVID-19.

“Setelah pandemi, cakupan imunisasi sempat menurun dan menjadi perhatian serius. Imunisasi rutin adalah kunci utama,” ujar Andi.

Ia menambahkan, risiko kejadian luar biasa seperti campak, difteri, dan pertusis dapat meningkat jika cakupan tidak optimal.

Ketersediaan Vaksin Dipastikan Aman

Kemenkes memastikan ketersediaan vaksin nasional tetap aman hingga sembilan bulan ke depan. Pemerintah juga menjaga distribusi dan kualitas rantai vaksin di daerah.

“Kami pastikan ketersediaan vaksin aman. Tidak boleh ada alasan kekurangan vaksin,” kata Andi.

UNICEF Dorong Jangkauan Anak Belum Terlayani

Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menegaskan imunisasi merupakan hak dasar setiap anak. Ia menekankan pentingnya menjangkau kelompok yang belum terlayani.

“Lebih dari 100 juta dosis vaksin telah disalurkan melalui The Big Catch-Up di 36 negara,” ujarnya.

Ia menyebut, capaian tersebut membuktikan semua anak dapat dijangkau melalui komitmen bersama. Namun, ia menegaskan kampanye ini tidak menggantikan sistem imunisasi rutin.

Baca Juga :  FIFA World Football Week 2026, PSSI dan KNVB Gelar Coaching Clinic Lewat Kampanye “Be Active”
WHO Sebut Imunisasi Investasi Kesehatan Efektif

Perwakilan WHO Indonesia, dr. Olivia, menyatakan imunisasi merupakan intervensi kesehatan paling efektif. Vaksin telah menyelamatkan lebih dari 150 juta jiwa di dunia.

“Ini investasi kesehatan yang sangat cost-effective dan harus diperkuat dengan sistem berbasis bukti,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen Indonesia dalam memperingati Pekan Imunisasi Dunia secara aktif.

Momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026

Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr. Indri, menilai Pekan Imunisasi Dunia 2026 menjadi momentum mempercepat capaian nasional.

“Ini bukan kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk memastikan anak Indonesia lebih sehat,” ujarnya.

Tema global tahun ini adalah “For Every Generation, Vaccines Work”. Tema nasional “Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia” menekankan pentingnya vaksin sepanjang siklus hidup.

Layanan Imunisasi dan Partisipasi Masyarakat

Acara puncak juga menghadirkan fun walk dan layanan imunisasi bagi masyarakat. Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Kegiatan tersebut memperkuat pesan bahwa imunisasi merupakan tanggung jawab bersama. Akses layanan juga semakin dekat dengan masyarakat.

Pengalaman Orang Tua Penerima Layanan

Salah satu orang tua, Dila (33), mengikuti layanan imunisasi untuk anaknya dalam kegiatan tersebut.

“Ini imunisasi PCV ke-3, seru dan tidak perlu antre panjang. Saya berharap imunisasi ini melindungi anak dari penyakit menular,” ujar Dila.

Pemerintah optimistis target cakupan imunisasi nasional dapat tercapai melalui kolaborasi lintas sektor. Dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Upaya ini sekaligus memperkuat fondasi kesehatan menuju Indonesia Emas 2045. (*/red)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru