Jakarta, Javanusa—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyerahkan sertifikat eliminasi penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases/NTDs) kepada kabupaten/kota yang berhasil memenuhi kriteria eliminasi. Sertifikat ini mencakup eliminasi kusta, eliminasi filariasis, dan bebas frambusia.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti nyata kerja keras dan gotong royong seluruh elemen bangsa.
“Penyerahan sertifikat ini bukan sekadar simbolis. Melainkan bukti bahwa kerja lintas sektor dan dukungan masyarakat mampu membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya di Jakarta.
Menurut Prof. Dante, keberhasilan eliminasi penyakit bukan hanya mengurangi beban kesehatan. Tetapi juga mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan sistem kesehatan daerah, serta langkah nyata menuju derajat kesehatan setinggi-tingginya.
“Keberhasilan ini harus menjadi motivasi untuk menjaga keberlanjutan program, memperkuat deteksi dini, dan memastikan layanan kesehatan merata serta inklusif bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama. “Kami berharap kabupaten/kota penerima sertifikat bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mencapai target serupa,” tuturnya.
Tantangan Masih Ada
Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengingatkan meski terjadi kemajuan signifikan, penyakit tropis terabaikan masih menjadi tantangan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses layanan.
“Pencapaian ini tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah, dukungan lintas organisasi, mitra pembangunan, dan partisipasi aktif masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi,” katanya.
Pada kesempatan ini, sertifikat eliminasi diserahkan kepada 5 bupati/wali kota penerima sertifikat eliminasi kusta. Tujuh bupati/wali kota penerima sertifikat eliminasi filariasis, dan 89 kabupaten/kota penerima sertifikat bebas frambusia.
Awal Komitmen Berkelanjutan
Andi menegaskan capaian eliminasi bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan.
“Meskipun telah menerima sertifikat eliminasi, daerah harus mempertahankan status ini dengan memperkuat surveilans, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, dan melibatkan masyarakat secara aktif,” tambahnya.
Kemenkes menargetkan capaian ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Guna mewujudkan Indonesia bebas penyakit tropis terabaikan pada tahun 2030. (*/red)
Sumber: Kemenkes






