Kepulauan Riau, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meningkatkan kapasitas literasi digital pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Kepulauan Riau.
Program ini bertujuan membantu IKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan efektivitas pemasaran.
Workshop E-Smart IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut digelar pada 4 Maret 2026 di Kota Batam. Kegiatan ini diikuti 90 pelaku IKM dari Provinsi Kepulauan Riau, dengan materi mulai dari pengenalan e-katalog, digital marketing, pembuatan konten dengan smartphone, pemanfaatan WhatsApp dan Google untuk bisnis, hingga penggunaan AI dalam pemasaran.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengatakan program ini mendorong pelaku IKM menjangkau pasar lebih luas, baik lokal maupun nasional, melalui teknologi digital.
“Tingkat keterlibatan digital masyarakat Indonesia tinggi, dengan sekitar 221 juta pengguna internet dan 191 juta pengguna media sosial aktif,” ujarnya.
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan peran strategis IKM dalam perekonomian nasional. Menurutnya, teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dapat membantu personalisasi promosi, prediksi tren pasar, dan analisis perilaku pelanggan, sehingga efektivitas pemasaran meningkat.
Program E-Smart IKM telah berlangsung sejak 2017, dengan 31.634 pelaku usaha yang mengikuti literasi digital. Program ini juga menyediakan edukasi dan pendampingan dalam e-commerce dan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing IKM di tingkat global.
Reni juga menyoroti kolaborasi pemerintah daerah dalam keberhasilan program ini, termasuk dukungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau serta Kota Batam.
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari, menambahkan, workshop diharapkan meningkatkan pemahaman peserta terhadap teknologi digital dan memperluas akses pasar. (*/red)






