Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat penyediaan sumber daya manusia (SDM) industri untuk meningkatkan daya saing manufaktur nasional.
Upaya ini dijalankan melalui program pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri, termasuk kelas industri hasil kolaborasi dengan PT Mayora Indah Tbk.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, sektor industri pengolahan nonmigas tetap menunjukkan kinerja stabil di tengah tekanan global.
Kemenperin terus menjalankan langkah strategis untuk menjaga ketahanan manufaktur sebagai penopang utama perekonomian nasional.
Data Kemenperin menunjukkan, Purchasing Manager’s Index (PMI) Indonesia pada Maret 2026 berada di level 50,1 atau masih dalam zona ekspansi.
Selain itu, industri pengolahan tumbuh 5,40 persen dengan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan IV 2025.
Penguatan SDM industri dilakukan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI). Program ini dijalankan di 13 unit pendidikan vokasi milik Kemenperin, yang mencakup 9 sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 7 balai diklat industri.
Pada 8 April 2026, BPSDMI bersama PT Mayora Indah Tbk meluluskan 111 siswa kelas industri. Rinciannya, 26 lulusan berasal dari SMK-SMTI Pontianak dan 85 lulusan dari SMK-SMTI Padang.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menjelaskan, program kelas industri disusun melalui kurikulum berbasis kebutuhan industri. Proses pembelajaran melibatkan praktisi industri dan diperkuat dengan praktik kerja langsung di lapangan.
Sebanyak 73 lulusan dari program tersebut tercatat langsung bekerja di PT Mayora Indah Tbk. Penyerapan ini mencerminkan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
HRD Manager Regional PT Mayora Indah Tbk, Soekma Swasono Darmawan, menyebut lulusan telah dibekali kemampuan teknis, pengalaman praktik, serta pemahaman budaya kerja industri selama masa pendidikan.
Ia menambahkan, sekolah vokasi Kemenperin menjadi bagian dari program Mayora Academy. Lulusan dari program ini dapat langsung bekerja dengan masa percobaan selama enam bulan, berbeda dengan skema rekrutmen dari sekolah lain.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, menyampaikan apresiasi kepada pihak industri dan satuan pendidikan yang terlibat dalam program tersebut.
Saat ini, Kemenperin membuka pendaftaran peserta didik baru melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026. Pendaftaran berlangsung hingga Mei 2026 melalui laman resmi Kemenperin. (*/red)






