Kemenperin Perkuat Industri Bambu Nasional Lewat Akademi Komunitas Bambu dan SDM Unggul

Penulis -

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenperin terus memperkuat industri bambu nasional melalui SDM dan pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. (Foto: Kemenperin)

Kemenperin terus memperkuat industri bambu nasional melalui SDM dan pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian terus memperkuat industri bambu nasional melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Upaya tersebut dijalankan melalui program Akademi Komunitas Bambu (AKB) yang dikembangkan Direktorat Jenderal Industri Agro.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan bambu menjadi salah satu komoditas berbasis sumber daya alam terbarukan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan ramah lingkungan.

“Pengembangan industri bambu sejalan dengan arah kebijakan industri hijau karena bambu merupakan material berkelanjutan yang memiliki prospek besar untuk industri konstruksi, furnitur, kerajinan, hingga berbagai produk inovatif lainnya,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/5).

Fokus Perkuat Struktur Industri Bambu

Program AKB diarahkan untuk memperkuat struktur industri bambu nasional melalui penyediaan bahan baku berkualitas yang siap dimanfaatkan sektor industri.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pembekalan kompetensi teknis mulai dari budidaya, proses pengawetan, hingga pengolahan bambu.

Langkah tersebut untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang memenuhi standar kebutuhan industri hilir.

Melalui program itu, kualitas produk bambu nasional diharapkan terus meningkat sehingga mampu memberikan nilai tambah lebih tinggi dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun ekspor.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menjelaskan pelaksanaan AKB mulai diinisiasi di Bali pada 2025. Program tersebut berhasil mencetak 25 Master Bambu melalui pendekatan training of trainers (ToT).

“Program Akademi Komunitas Bambu dirancang untuk membangun komunitas SDM unggul yang mampu menjadi penggerak pengembangan industri bambu di daerah. Fokus pengembangannya adalah membentuk material center atau pusat logistik bambu penyedia bahan baku siap pakai,” kata Putu.

Baca Juga :  Pemerintah Buka Blokir Anggaran Rp86,6 Triliun, Percepat Belanja K/L
Bali Jadi Wilayah Potensial Pengembangan Bambu

Kabupaten Bangli di Bali menjadi salah satu wilayah yang dinilai potensial dalam pengembangan ekosistem bambu. Wilayah tersebut didukung ketersediaan lahan, fasilitas logistik bambu, dan mesin pengolahan yang telah tersedia.

Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring, pelaksanaan AKB Tahun Anggaran 2026 akan difokuskan pada peningkatan kualitas dan volume bahan baku. Program itu juga memperkuat teknik pascapanen serta treatment atau pengawetan bambu guna mendukung kebutuhan industri hilir.

Pelatihan dalam program tersebut dilaksanakan dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik lapangan.

Peserta program diprioritaskan berasal dari penyedia bahan baku bambu yang memiliki potensi menjadi trainer di daerah masing-masing. Selain kembali dilaksanakan di Bali, program AKB juga direncanakan diperluas ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gandeng Swasta Lewat Skema CSR

Dalam mendukung pengembangan komunitas bambu, Kemenperin juga mendorong keterlibatan sektor swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).

Salah satu kerja sama yang tengah dijajaki ialah dengan PT KT&G untuk pembangunan fasilitas pendukung AKB berupa asrama pelatihan dan fasilitas pengawetan bambu.

Pada rangkaian program tersebut, jajaran Direktorat Jenderal Industri Agro turut melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Bangli. Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan kesiapan pengembangan ekosistem bambu serta dukungan CSR.

Putu menegaskan penguatan industri bambu nasional membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar mampu tumbuh berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kami berharap industri bambu nasional dapat berkembang menjadi salah satu sektor unggulan berbasis sumber daya alam terbarukan yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing industri nasional,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru