Kementan, Kemendiktisaintek, dan BRIN Sepakati Sinergi Riset Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan

Penulis -

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta BRIN menandatangani kesepakatan bersama untuk memperkuat sinergi riset dan inovasi di sektor pertanian. (Foto: Kementan)

Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta BRIN menandatangani kesepakatan bersama untuk memperkuat sinergi riset dan inovasi di sektor pertanian. (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani kesepakatan bersama untuk memperkuat sinergi riset dan inovasi di sektor pertanian.

Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan mempercepat hilirisasi komoditas pertanian nasional.

Penandatanganan kesepakatan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Kolaborasi ini melibatkan pemerintah, lembaga riset, serta perguruan tinggi dalam pengembangan inovasi yang dapat diterapkan di sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penguatan riset dan inovasi menjadi faktor penting dalam pengembangan sektor pertanian.

Menurutnya, hasil penelitian di perguruan tinggi perlu diintegrasikan dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri agar dapat dimanfaatkan secara luas.

“Pertanian pangan tidak mungkin maju tanpa inovasi. Banyak penelitian di perguruan tinggi yang sangat baik, tetapi jika tidak diterjemahkan menjadi kebijakan dan masuk ke industri, maka hanya berhenti pada publikasi,” kata Amran.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebut kolaborasi ini menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi lebih besar dalam program kemandirian pangan nasional. Ia mengatakan sebagian besar hasil penelitian akademik belum berhasil masuk ke pasar komersial.

“Lebih dari 90 persen, bahkan hampir 99 persen hasil penelitian di dunia akademik belum berhasil menembus pasar. Kolaborasi dengan pemerintah dan industri menjadi penting agar inovasi dapat dimanfaatkan,” ujarnya.

Pihaknya juga berencana mengonsolidasikan perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat riset pada komoditas strategis yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengatakan sektor pertanian memerlukan dukungan riset dan teknologi yang terintegrasi.

BRIN, kata dia, telah menyiapkan peta jalan riset pangan nasional untuk menyelaraskan pengembangan inovasi antara lembaga riset dan perguruan tinggi.

Baca Juga :  Harga Pangan Stabil, Inflasi Turun, Stok Beras Nasional Dipastikan Aman

Menurut Arif, hingga saat ini BRIN telah menghasilkan 188 paten di bidang pangan serta sejumlah inovasi yang siap dimanfaatkan oleh industri.

“Kami ingin BRIN goes to industry ke berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pertanian, agar produk riset dapat dimanfaatkan di lapangan,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut mencakup koordinasi dan sinkronisasi riset pada sejumlah komoditas strategis, seperti padi, jagung, kedelai, gandum, sorgum, bawang putih, kelapa sawit, kelapa, kopi, kakao, gambir, lada, pala, serta sektor peternakan seperti ayam. Kerja sama juga mencakup pengembangan alat dan mesin pertanian, pupuk, serta teknologi pengolahan pascapanen.

Selain penelitian dan pengembangan teknologi, kolaborasi ini meliputi penguatan pertanian modern, pemanfaatan bersama sarana-prasarana riset, serta pertukaran data dan informasi.

Kesepakatan tersebut juga melibatkan sedikitnya 18 perguruan tinggi di Indonesia. Program kerja sama diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian serta pemanfaatan hasil riset untuk mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian nasional. (*/red)

Berita Terkait

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB