Kementan Perkuat Kesejahteraan Hewan Lewat Kolaborasi Internasional, Dorong Peternakan Berkelanjutan

Penulis -

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditjen PKH bersama World Organization for Animal Health (WOAH) dan A World of Good Initiative Inc menggelar International Animal Welfare Workshop pada Rabu (22/7/2026). (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Ditjen PKH bersama World Organization for Animal Health (WOAH) dan A World of Good Initiative Inc menggelar International Animal Welfare Workshop pada Rabu (22/7/2026). (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat penerapan kesejahteraan hewan sebagai fondasi peternakan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan organisasi internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui International Animal Welfare Workshop yang digelar Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama World Organization for Animal Health (WOAH) dan A World of Good Initiative Inc. pada Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan pakar dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman dan memperkuat standar kesejahteraan hewan di Indonesia.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH, I Ketut Wirata, yang mewakili Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, mengatakan kesejahteraan hewan kini menjadi bagian penting dari pembangunan peternakan modern.

“Dalam satu dekade terakhir, kesejahteraan hewan telah berkembang dari sekadar tanggung jawab etis, menjadi pilar penting dalam pembangunan peternakan yang berkelanjutan. Penerapan kesejahteraan hewan yang baik akan menghasilkan hewan yang lebih sehat, pangan yang lebih aman, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memperkuat daya saing di pasar,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Dukung Ketahanan Pangan dan Pendekatan One Health-One Welfare

Menurut Ketut, penerapan kesejahteraan hewan sejalan dengan konsep One Health-One Welfare yang menghubungkan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan sebagai satu kesatuan.

Ia menilai investasi pada kesejahteraan hewan tidak hanya meningkatkan produktivitas peternakan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Investasi pada kesejahteraan hewan merupakan investasi untuk mewujudkan sistem peternakan yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah terus memperkuat kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas edukasi, memperketat pengawasan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Salah satu langkah strategis yang telah ditempuh ialah penerbitan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan, yang menjadi dasar penguatan tata kelola kesejahteraan hewan di Indonesia.

Baca Juga :  Penantian Puluhan Tahun Terjawab, Pompanisasi Tenaga Surya Aliri 400 Hektare Sawah Tanjung Barulak

Meski demikian, Ketut mengakui penerapan kesejahteraan hewan masih menghadapi sejumlah tantangan. Luasnya wilayah Indonesia, perbedaan kapasitas antarwilayah, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap praktik peternakan yang bertanggung jawab menjadi beberapa kendala utama.

Namun, ia optimistis perkembangan teknologi digital, riset perilaku hewan, ilmu kedokteran hewan, dan kemitraan internasional dapat mempercepat penerapan standar kesejahteraan hewan secara lebih merata.

“Tidak ada satu negara pun yang dapat memajukan kesejahteraan hewan sendirian. Keberhasilan hanya dapat dicapai melalui kemitraan yang erat antara pemerintah, akademisi, profesi kedokteran hewan, pelaku usaha, masyarakat sipil, dan organisasi internasional,” katanya.

Indonesia Berpeluang Jadi Rujukan ASEAN

Regional Strategy Specialist (Asia Pacific) A World of Good Initiative Inc., Syed Naeem Abbas, mengapresiasi komitmen Indonesia dalam mengembangkan agenda kesejahteraan hewan di kawasan Asia.

Menurutnya, lokakarya tersebut menjadi langkah awal membangun kerja sama jangka panjang untuk memperkuat kapasitas serta meningkatkan standar kesejahteraan hewan.

“Workshop ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas, meningkatkan standar kesejahteraan hewan, dan membangun sistem yang mampu menciptakan perubahan berkelanjutan,” ujar Syed.

Ia juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis di Asia Tenggara karena memiliki salah satu subsektor peternakan terbesar di ASEAN serta didukung berbagai kebijakan yang progresif.

Syed menegaskan peningkatan kesejahteraan hewan akan berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, perdagangan, dan daya saing produk peternakan.

“Kesejahteraan hewan bukan hanya tentang kesejahteraan hewan itu sendiri. Ini tentang tata kelola, perdagangan, One Health-One Welfare. Peningkatan kesejahteraan hewan akan mengurangi prevalensi penyakit, membantu mengurangi resistensi anti mikroba, meningkatkan perekonomian, dan memperkuat perdagangan serta akses pasar. Negara-negara yang memimpin dalam kesejahteraan hewan pasti akan mendapatkan manfaatnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Plt Gubernur Audy: Generasi Muda Jangan Sekadar Hapal, Tapi Harus Mengamalkan
Praktik Baik Tingkatkan Produktivitas Peternakan

Pandangan serupa disampaikan Zulkifli Idrus, pakar dari Institute of Tropical Agriculture and Food Security (ITAFoS), Universiti Putra Malaysia.

Ia menjelaskan penerapan kesejahteraan hewan, khususnya pada sektor unggas, merupakan investasi jangka panjang bagi industri peternakan. Ayam yang dipelihara dengan baik memiliki produktivitas lebih tinggi, tingkat kematian lebih rendah, risiko penyakit menurun, serta menghasilkan produk berkualitas yang mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Kesejahteraan hewan yang baik adalah peternakan yang baik. Ini merupakan hal yang baik untuk unggas, baik untuk para peternak, baik untuk konsumen, dan baik untuk sistem pangan yang berkelanjutan,” katanya.

Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra internasional, Kementan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat implementasi kesejahteraan hewan sebagai bagian dari pembangunan peternakan nasional yang modern, beretika, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesehatan hewan, keamanan pangan, kesejahteraan peternak, sekaligus memperkuat daya saing produk peternakan Indonesia di pasar internasional. (*)

Berita Terkait

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gulat Sumbang Dua Emas, Pasbar Buka Perolehan Medali di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB