Kementan Perkuat Teknologi Pertanian Adaptif untuk Hadapi Musim Kemarau 2026

Penulis -

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementan perkuat teknologi pertanian adaptif hadapi musim kemarau 2026. (Foto: Kementan)

Kementan perkuat teknologi pertanian adaptif hadapi musim kemarau 2026. (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) terus memperkuat penerapan teknologi pertanian adaptif guna menghadapi musim kemarau 2026 sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan nasional.

Pemerintah mendorong penggunaan varietas unggul tahan kekeringan, teknologi irigasi hemat air, serta pola budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan kering di berbagai daerah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengantisipasi potensi penurunan produktivitas akibat berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah Indonesia selama musim kemarau.

Percepatan Tanam dan Varietas Tahan Kekeringan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kesiapsiagaan menghadapi musim kering harus dilakukan sejak dini. Pemerintah mempercepat masa tanam, mengoptimalkan pengelolaan sumber air, serta memanfaatkan varietas tanaman yang adaptif terhadap kondisi minim air.

Menurutnya, petani perlu memanfaatkan varietas padi berumur genjah dan tahan kekeringan seperti Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, hingga Cakrabuana agar produktivitas tetap terjaga di tengah tantangan iklim.

Sejak awal 2026, BRMP di berbagai provinsi mulai memperluas penerapan teknologi adaptif melalui penyediaan benih unggul tahan kering, pendampingan budidaya hemat air, dan penguatan pola tanam berbasis kondisi lokal.

Penerapan Teknologi Adaptif di Daerah

Di Kepulauan Riau, BRMP memperkenalkan varietas unggul tahan kekeringan seperti Cakrabuana Agritan dan Inpari 38 Tadah Hujan Agritan kepada petani. Program tersebut juga disertai pendampingan lapangan, distribusi benih unggul, dan sosialisasi teknologi budidaya adaptif.

Sementara itu, di Bali, BRMP mendukung pengembangan jagung varietas Jakarin yang mampu tumbuh optimal pada lahan dengan ketersediaan air terbatas.

Selain varietas adaptif, Kementan juga terus mengembangkan teknologi irigasi hemat air melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang. Metode tersebut mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa menurunkan hasil produksi tanaman.

Baca Juga :  Kemenperin Percepat Sertifikasi Industri, Waktu Layanan Dipangkas dari 41 Jadi 28 Hari

BRMP turut mengembangkan teknologi Larikan Gogo Super (Largo Super) untuk lahan kering. Teknologi ini mengombinasikan penggunaan varietas unggul padi gogo, sistem tanam larikan, pemupukan berimbang, pemanfaatan bahan organik, serta pengendalian hayati guna meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

BRMP Perluas Pendampingan Petani

Kepala BRMP Kementan Fadjry Djufry mengatakan penerapan inovasi teknologi berbasis karakteristik wilayah menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia menyebut BRMP terus memperluas pendampingan bersama pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani agar berbagai inovasi teknologi dapat diterapkan lebih luas di lapangan.

“Penguatan teknologi pertanian menjadi langkah penting agar petani lebih siap menghadapi dinamika iklim sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional,” kata Fadjry.

Melalui penguatan inovasi, penerapan teknologi hemat air, dan pemanfaatan varietas unggul adaptif, Kementerian Pertanian optimistis sektor pertanian Indonesia akan semakin tangguh menghadapi perubahan iklim dan tetap mampu menjaga produktivitas pangan nasional. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB