Kementan Siapkan Pengembangan Sapi Gama di 3 Provinsi, 1.000 Dosis Semen Beku Disalurkan

Penulis -

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FGD Pemanfaatan Semen Beku Sapi Gama di Lembang, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026). (Foto: Ditjen PKH Kementan)

FGD Pemanfaatan Semen Beku Sapi Gama di Lembang, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026). (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Lembang, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan pengembangan Sapi Gama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah menyalurkan 1.000 dosis semen beku pada 2026.

Program ini bertujuan mendukung pemulihan peternakan pascabencana sekaligus meningkatkan produktivitas sapi pedaging nasional.

Langkah berikutnya mencakup seleksi sapi akseptor, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengujian genetik, serta pemantauan hasil inseminasi buatan.

Kementan juga melibatkan pemerintah daerah, lembaga penelitian, akademisi, dan pelaku usaha untuk memastikan program berjalan sesuai kondisi peternakan setempat.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, menegaskan bahwa pengembangan Sapi Gama membutuhkan perencanaan dan pendampingan yang terarah. Menurutnya, pemanfaatan teknologi reproduksi harus menghasilkan dampak nyata bagi populasi dan produktivitas ternak.

“Kami ingin memastikan bahwa inovasi di bidang perbibitan dapat diterapkan secara tepat di lapangan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas ternak, penguatan populasi sapi pedaging, dan pemulihan usaha peternakan di daerah terdampak bencana,” ujar Hary.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemanfaatan Semen Beku Sapi Gama yang digelar Kementan di Lembang, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).

Sebaran 1.000 Dosis Semen Beku Sapi Gama

Pada 2026, Kementan menyalurkan semen beku Sapi Gama melalui mekanisme hibah untuk mendukung pemulihan peternakan pascabencana. Distribusi tersebut mencakup tiga provinsi dengan alokasi berbeda.

Aceh menerima 200 dosis, Sumatera Utara memperoleh 300 dosis, sedangkan Sumatera Barat mendapat 500 dosis. Pemanfaatannya akan mengikuti kesiapan teknis dan kondisi peternakan di setiap wilayah.

Sapi Gama sendiri telah memperoleh penetapan sebagai rumpun sapi pedaging baru melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 840 Tahun 2025. Rumpun ini merupakan hasil kolaborasi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan PT Widodo Makmur Perkasa.

Baca Juga :  Pemerintah Pacu Pemulihan Listrik Pascabencana di Sumatera, Sumbar Pulih 100 Persen

Untuk mendukung pengembangannya, pejantan Sapi Gama terseleksi telah ditempatkan di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang. Penempatan tersebut menjadi bagian dari persiapan produksi dan distribusi semen beku.

Seleksi Sapi Akseptor dan Evaluasi Genetik

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Peternakan, Prof. Ali Agus, menekankan pentingnya pengembangan Sapi Gama berbasis bukti ilmiah. Ia menilai program membutuhkan sasaran yang jelas, pencatatan teratur, dan indikator keberhasilan yang terukur.

“Pengembangan Sapi Gama harus dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan berbasis bukti ilmiah. Kita perlu memastikan bahwa pemanfaatan semen beku didukung oleh seleksi akseptor yang tepat, pencatatan yang tertib, serta evaluasi berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut tidak boleh berhenti pada distribusi semen beku. Pengembangannya harus mendukung sistem perbibitan sapi nasional yang lebih produktif dan berdaya saing.

Dalam FGD tersebut, peserta membahas sejumlah aspek teknis. BIB Lembang memaparkan produksi dan evaluasi semen beku, sedangkan PT Widodo Makmur Perkasa menjelaskan pembibitan serta penyiapan pejantan. Tim peneliti UGM juga memaparkan peta jalan pengembangan Sapi Gama, termasuk melalui Prof. Ali Agus.

Salah satu rekomendasi pertemuan ialah memprioritaskan wilayah yang memiliki potensi sapi akseptor. Langkah ini mendukung pengembangan Sapi Gama sebagai composite breed atau rumpun komposit, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik ternak dan kondisi peternakan setempat.

BIB Lembang bersama PT Pasir Tengah akan menyusun SOP pemilihan lokasi dan sapi akseptor. Panduan tersebut akan mengatur persyaratan teknis penggunaan semen beku, termasuk pembatasan penggunaannya pada sapi lokal maupun di wilayah sumber bibit.

Seleksi juga akan memprioritaskan sapi betina yang telah melahirkan serta mempertimbangkan ketersediaan dan kualitas pakan. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari persiapan agar program sesuai dengan kebutuhan pengembangan ternak di lapangan.

Baca Juga :  Hasil Undian Piala AFF U-19 2026: Garuda Muda Jumpa Vietnam dan Myanmar

Selain seleksi akseptor, BIB Lembang, PT Pasir Tengah, dan tim peneliti Sapi Gama akan melakukan pengujian gen myostatin pada pejantan terseleksi. Ketiga pihak juga akan menyusun herd book untuk mencatat, memantau, dan mengevaluasi perkembangan populasi.

Kementan Siapkan Standar Bibit Sapi Gama

Upaya pengembangan Sapi Gama turut mencakup persiapan standardisasi mutu bibit. PT Pasir Tengah bersama tim peneliti akan menyusun proposal pengusulan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) Bibit Sapi Gama kepada BRMP.

Pengusulan tersebut diharapkan mendukung pembentukan standar mutu bibit. Dengan standar yang terarah, pengembangan Sapi Gama dapat berlangsung secara lebih konsisten dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kementan, dinas terkait, dan BIB Lembang akan mempersiapkan peluncuran kegiatan inseminasi buatan menggunakan semen beku Sapi Gama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Peluncuran tersebut direncanakan berlangsung pada akhir Oktober atau awal November 2026. Jadwal pelaksanaan akan menyesuaikan kesiapan teknis serta kondisi peternakan di masing-masing provinsi.

Keberhasilan Program Diukur dari Hasil Ternak

Kementan melibatkan pemerintah daerah, lembaga penelitian, akademisi, dan pelaku usaha untuk memperkuat pelaksanaan program. Kolaborasi ini diharapkan memastikan pengembangan Sapi Gama berjalan dengan perencanaan, pencatatan, dan evaluasi yang memadai.

Keberhasilan program nantinya tidak hanya bergantung pada jumlah semen beku yang tersalurkan. Hasil inseminasi, perkembangan keturunan, mutu bibit, serta manfaat bagi peternak juga menjadi aspek penting dalam evaluasi.

Melalui pemantauan yang terukur, pengembangan Sapi Gama diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sapi pedaging nasional. Program ini juga diarahkan untuk mendukung pemulihan usaha peternakan di wilayah terdampak bencana. (*)

Berita Terkait

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia
Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari
Bukan Sekadar Pertunjukan Musik, Ini yang Dipersoalkan MUI soal Andrea Bocelli
Bima Ayman Modjo Debut Lewat Single Rindu yang Lirih, Kisahkan Proses Pendewasaan Diri

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Ramalan Zodiak Beruntung 25 Oktober 2026: 3 Bintang Bakal Panen Hoki dan Kebahagiaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Ramalan Zodiak Hari Ini: 3 Zodiak Ini Rasakan Perubahan Hidup Lebih Baik Mulai 22 Oktober 2026  

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:14 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung pada 20 Oktober 2026, Peluang Rezeki dan Kelimpahan Terbuka

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Ramalan Zodiak 19 Oktober 2026: Scorpio hingga Pisces Lepas dari Masa Sulit

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Ramalan Zodiak 17 Oktober 2026: 4 Zodiak Ini Berpeluang Ketiban Hoki

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:25 WIB

4 Zodiak Ini Diprediksi Beruntung pada 16 Oktober 2026, Pluto Bawa Perubahan Besar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:09 WIB

4 Zodiak Mulai Muak Dimanfaatkan, Aries hingga Capricorn Berani Pasang Batas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:04 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 14 Oktober 2026, Aries hingga Capricorn Berpeluang Raih Kelimpahan

Berita Terbaru