Kenapa Ketombe Gatal Tak Kunjung Hilang? Ini 5 Penyebab yang Sering Diabaikan

Penulis -

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita mengalami masalah rambut. (Foto: Pexels)

Ilustrasi wanita mengalami masalah rambut. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Ketombe gatal menjadi keluhan yang cukup umum dialami banyak orang. Selain meninggalkan serpihan putih pada rambut dan pakaian, kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pada beberapa kasus, rasa gatal bahkan semakin intens ketika kulit kepala terlalu berminyak, sering berkeringat, atau terpapar debu dan polusi dalam waktu lama. Karena itu, memahami penyebabnya menjadi langkah penting untuk menentukan perawatan yang tepat.

Berikut beberapa faktor memicu rasa gatal yang sering mengganggu akibat ketombe:

1. Produksi Minyak Berlebih Memicu Ketombe

Kulit kepala secara alami menghasilkan sebum atau minyak untuk menjaga kelembapan rambut. Namun, produksi minyak yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan sebum dan sel kulit mati.

Akibatnya, keseimbangan kulit kepala terganggu sehingga ketombe lebih mudah muncul. Kondisi ini juga dapat meningkatkan rasa gatal dan membuat kulit kepala terasa tidak nyaman sepanjang hari.

2. Pertumbuhan Jamur Malassezia yang Tidak Terkontrol

Salah satu penyebab ketombe gatal yang sering luput dari perhatian adalah pertumbuhan jamur Malassezia. Mikroorganisme ini sebenarnya hidup secara alami di permukaan kulit kepala.

Masalah muncul ketika jumlahnya meningkat secara berlebihan. Kondisi tersebut dapat memicu iritasi dan memperburuk ketombe yang sudah ada, sehingga rasa gatal menjadi lebih sering muncul.

3. Scalp Barrier yang Melemah

Lapisan pelindung alami kulit kepala atau scalp barrier berfungsi menjaga kulit dari berbagai faktor pemicu iritasi. Ketika fungsi perlindungan ini menurun, kulit kepala menjadi lebih sensitif terhadap berbagai gangguan.

Akibatnya, ketombe lebih mudah berkembang dan rasa gatal semakin sulit dikendalikan. Menjaga kesehatan scalp barrier menjadi salah satu kunci penting untuk mempertahankan kondisi kulit kepala yang sehat.

Baca Juga :  Semen Padang FC Kena Sanksi FIFA, Transfer Diblokir Tiga Periode
4. Keringat Berlebih Membuat Kulit Kepala Lembap

Aktivitas fisik yang tinggi atau cuaca panas dapat meningkatkan produksi keringat pada kulit kepala. Lingkungan yang lembap menjadi kondisi ideal bagi berbagai faktor pemicu ketombe untuk berkembang.

Selain memperparah ketombe, kelembapan berlebih juga dapat meningkatkan sensasi gatal dan membuat kulit kepala terasa kurang nyaman sepanjang hari.

5. Kebiasaan Menggaruk 

Saat rasa gatal muncul, banyak orang secara refleks menggaruk kulit kepala. Padahal, kebiasaan ini justru dapat memperburuk iritasi yang sudah terjadi.

Gesekan berulang dapat menimbulkan luka kecil pada kulit kepala. Jika terus berlanjut, kondisi tersebut berisiko membuat ketombe semakin sulit diatasi dan rasa gatal terus berulang.

 Cara Mengurangi Ketombe dan Gatal pada Kulit Kepala

Mengatasi ketombe gatal memerlukan perawatan yang sesuai dengan penyebabnya. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan kulit kepala dan menggunakan sampo antiketombe yang tepat.

Sampo antiketombe membantu membersihkan kulit kepala sekaligus mengatasi faktor-faktor yang memicu munculnya ketombe.

Selain itu, perawatan yang rutin juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan kulit kepala dan memperkuat fungsi pelindung alaminya.

Memahami penyebab ketombe gatal dapat membantu seseorang memilih solusi yang lebih efektif. Dengan perawatan yang konsisten, kulit kepala dapat terasa lebih bersih, segar, dan nyaman sehingga aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu oleh rasa gatal maupun serpihan ketombe. (*/red)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru