Kepala BGN Sudaryono: SPPG Tak Penuhi Standar Program MBG Akan Ditutup

Penulis -

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono saat inspeksi mendadak di sejumlah SPPG di Bogor, Jumat (24/7). (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala BGN Sudaryono saat inspeksi mendadak di sejumlah SPPG di Bogor, Jumat (24/7). (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Bogor, Javanusa—Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak akan mentoleransi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengabaikan standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN akan memberikan pembinaan terlebih dahulu, namun operasional SPPG akan dihentikan jika tidak menunjukkan perbaikan.

BGN Terapkan Sanksi bagi SPPG yang Tidak Penuhi Standar

Sudaryono mengatakan Program Makan Bergizi Gratis merupakan amanah negara yang harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.

Karena itu, setiap SPPG wajib menjaga kualitas layanan agar keamanan pangan dan kesehatan penerima manfaat tetap terjamin.

Menurutnya, BGN akan mengedepankan pembinaan terhadap SPPG yang masih memiliki kekurangan. Namun, apabila pengelola tidak mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan setelah melalui evaluasi, BGN tidak akan ragu menghentikan operasionalnya.

“Kita akan perbaiki, akan kita tegur, kalau memang tidak bisa perbaiki kita tutup. Kalau memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu dan juga operasional yang baik. Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga,” kata Sudaryono saat inspeksi mendadak di sejumlah SPPG di Bogor, Jumat (24/7).

Inspeksi Mendadak Tanpa Pemberitahuan

Lebih lanjut, Sudaryono menjelaskan inspeksi mendadak dilakukan secara acak tanpa pemberitahuan kepada pengelola. Cara ini bertujuan memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di lapangan.

Selain melakukan pengawasan, BGN juga ingin memberikan apresiasi kepada SPPG yang telah menjalankan operasional sesuai petunjuk teknis serta menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

SPPG Berprestasi Akan Diberi Penghargaan

Sudaryono menegaskan BGN menerapkan sistem penghargaan dan sanksi secara seimbang. Pengelola yang disiplin dan mampu menjaga kualitas layanan akan mendapat apresiasi, sedangkan pelanggaran akan ditindak sesuai tingkat kesalahannya.

Baca Juga :  Kabut Asap di Padang Picu Lonjakan Kasus ISPA

“Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya nggak disiplin, SPPG-nya atau petugasnya nggak disiplin, petugasnya nggak bagus ya kita mesti hentikan. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita mesti kasih punishment juga,” tegasnya.

Variasi Menu Jadi Tantangan Berikutnya

Berdasarkan hasil pemantauan di SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Bundil 5, sebagian besar fasilitas telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan BGN.

Meski demikian, Sudaryono menilai masih ada tantangan yang perlu diperhatikan, yakni menjaga variasi menu agar penerima manfaat, baik anak-anak maupun ibu hamil, tidak merasa bosan mengonsumsi makanan yang disediakan.

“Yang sudah bagus itu tantangannya tinggal satu yaitu variasi dari menunya. Supaya yang anak-anak maupun yang ibu-ibu yang memang mengkonsumsi itu kemudian bisa tidak bosan,” ujarnya.

BGN Ajak Publik Ikut Mengawasi Program MBG

Di akhir kunjungannya, Sudaryono mengajak masyarakat dan media berperan aktif mengawasi pelaksanaan Program MBG. Ia berharap setiap temuan terkait pelayanan yang belum memenuhi standar segera disampaikan sebagai bahan evaluasi.

Menurutnya, pengawasan dari publik akan membantu BGN meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG. (*)

Berita Terkait

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru