Dalam kunjungannya, Zudan memberikan semangat dan motivasi kepada peserta ujian.
Ia meminta peserta untuk tetap fokus, percaya diri, dan tidak terganggu oleh sekitar.
Baca Juga: Pemko Padang Buka 4.899 Formasi PPPK
“Semoga sukses dan lancar dalam ujian. Tetap fokus dan konsentrasi, tidak perlu tengok kanan kiri,” katanya.
Selain menyapa peserta, Zudan juga mengingatkan panitia agar menjaga suasana ujian tetap kondusif. Kebersihan dan kenyamanan ruang ujian menjadi perhatian penting.
“Tempat ujian harus selalu steril agar peserta merasa nyaman,” tegasnya.
Baca Juga: Sekda Padang Hadiri Rakor Kepegawaian Sumbar, Siap Dukung Penerapan Manajemen Talenta ASN
Ia berharap seluruh peserta bisa mengikuti ujian dengan serius agar memperoleh hasil terbaik.
“Percaya diri, tetap fokus, dan serius. Semoga diberikan hasil terbaik dan bisa lulus menjadi CASN,” tambahnya.
1.896 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II
Kepala BKPSDM Kota Padang, melalui Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi ASN, Agustini, menjelaskan jumlah peserta ujian seleksi PPPK tahap II.
Baca Juga: Jelang Ujian PPPK, Non-ASN Padang Diminta Serius
“Total peserta sebanyak 1.896 orang. Sebanyak 1.879 orang mengikuti ujian di Tilok Padang dan 17 orang di Tilok Mandiri BKN,” ungkapnya.
Ujian dilakukan berbasis sistem Computer Assisted Test (CAT) dan berlangsung sejak 30 April hingga 7 Mei 2025. Setiap hari dibagi tiga sesi, masing-masing 100 peserta. Khusus hari Jumat hanya dua sesi.
Kota Padang Buka 4.899 Formasi PPPK
Agustini menyampaikan Kota Padang membuka total 4.899 formasi untuk seleksi PPPK tahun ini. Proses seleksi dibagi dalam dua tahap sesuai ketentuan dari BKN.
Baca Juga: Satpol PP Padang Sediakan Simulasi CAT untuk Persiapan Tes PPPK 2024
Tahap I untuk pelamar prioritas, seperti guru prioritas dan D-IV Bidan Pendidik tahun 2023, serta eks THK-II dan tenaga non-ASN yang terdata di basis data BKN.
Tahap II diperuntukkan bagi tenaga non-ASN aktif, termasuk lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk formasi guru daerah.
“Kita berharap peserta mengikuti ujian dengan baik dan tanpa beban. Panitia mengimbau peserta agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan. Proses seleksi berlangsung transparan dan objektif,” tutupnya. (*/red)






