Kepala SPPG Berstatus Penyelenggara Negara, Dilarang Melakukan Segala Bentuk Pungutan

Penulis -

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN, Sudaryono saat konferensi pers di Kantor BGN. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala BGN, Sudaryono saat konferensi pers di Kantor BGN. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan setiap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang meminta maupun menerima imbalan dari mitra atau yayasan.

BGN memastikan praktik tersebut masuk kategori gratifikasi karena Kepala SPPG berstatus sebagai penyelenggara negara dan akan dikenai sanksi tegas apabila terbukti melanggar.

Dalam konferensi pers di Kantor BGN, Senin (27/7), Sudaryono menjelaskan Kepala SPPG merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang memiliki kewajiban menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan jabatan.

Karena itu, menurutnya, setiap permintaan fee, tambahan penghasilan, atau bentuk imbalan lain kepada mitra maupun yayasan berkaitan dengan jabatan tidak dapat dibenarkan dan memiliki konsekuensi hukum.

“Barang siapa, kemudian Kepala SPPG, saya sampaikan di sini, kepala dapur mana pun, siapa pun itu, manakala dia mendapatkan atau meminta fee, atau meminta tambahan dari mitra atau yayasan, itu adalah tindak pidana gratifikasi. Karena kepala dapur adalah PPPK, adalah abdi negara. Jadi kalau minta fee, minta tambahan penghasilan dari mitra atau dari yayasan, itu tindak pidana gratifikasi,” tegas Sudaryono.

Pengadaan Bahan Pangan Harus Transparan

Selain menyoroti praktik pungutan kepada mitra dan yayasan, BGN juga memberikan perhatian khusus terhadap proses pengadaan bahan pangan di setiap SPPG. Sudaryono meminta seluruh Kepala SPPG menjalankan pembelian bahan makanan secara adil, transparan, dan sesuai ketentuan.

Ia menegaskan bahwa pembelian bahan pangan dengan harga yang tidak wajar maupun permintaan feedback atau imbalan kepada pemasok juga termasuk pelanggaran gratifikasi.

“Karena Kepala SPPG yang kemudian membeli harga bahan yang tidak wajar, atau minta feedback, itu juga adalah bagian dari pelanggaran gratifikasi. Barang siapa melakukan pelanggaran itu, kami dengan tegas, kalau terbukti, kami pecat. Dan dapurnya kami suspend atau kami tutup,” tegas Pak Dar.

Baca Juga :  Pemko Padang Resmikan Patung Bung Hatta dan Monumen Pramuka Garuda
BGN Buka Pengaduan dan Janji Tindak Tegas

Untuk mencegah penyimpangan, BGN membuka kesempatan bagi mitra, yayasan, maupun pihak lain yang mengetahui dugaan praktik pungutan atau pelanggaran agar segera menyampaikan laporan kepada BGN.

Sudaryono mengatakan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga integritas penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memastikan pelayanan tetap berjalan sesuai aturan.

Ia juga menekankan bahwa tindakan tegas terhadap oknum pelanggar bertujuan melindungi ribuan Kepala SPPG, mitra, dan tenaga pelaksana yang selama ini bekerja secara jujur dan profesional.

“Kami tidak ingin pelanggaran yang dilakukan oleh oknum yang sedikit, oleh jumlah dapur yang sedikit, kemudian merusak citra orang-orang yang selama ini telah bekerja keras. Orang-orang yang selama ini telah bekerja dengan jujur dan baik kemudian ternodai hanya karena satu atau dua orang oknum yang bekerja tidak baik,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru