Padang, Javanusa—Ketua TP-PKK Kota Padang, Ny. Dian Puspita Fadly Amran, meninjau langsung daerah yang terdampak paling parah banjir di Kecamatan Koto Tangah, Minggu (30/11/2025).
Kunjungan difokuskan ke Kampung Apa, Lubuk Rayo, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto (KPIK), yang menjadi salah satu titik terparah terdampak bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Ny. Dian Puspita didampingi sejumlah pengurus TP-PKK Kota Padang. Rombongan menyapa para pengungsi, melihat kondisi lapangan, serta menyerahkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak.
“Kami datang untuk menyampaikan bantuan serta memberikan sedikit penguatan bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga apa yang kami bawa dapat membantu kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Ny. Dian Puspita.
Bantuan yang disalurkan berupa beras, air mineral, minyak goreng, mie instan, pakaian, makanan bayi, popok, kasur, susu bayi, perlengkapan mandi, handuk, mukena, kain saring, dan sajadah.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua TP-PKK Kecamatan Koto Tangah, Ny. Vanny Fizlan, untuk kemudian didistribusikan kepada warga terdampak banjir.
Selama berada di lokasi, Ketua TP-PKK juga berdialog dengan para pengungsi. Ia mendengarkan aspirasi, keluhan, dan kebutuhan warga, mulai dari ketersediaan air bersih, kebutuhan makanan untuk anak-anak, hingga kondisi tempat pengungsian yang masih perlu dibenahi.
“Semua aspirasi dan curhatan masyarakat akan kami sampaikan kepada pemerintah kota untuk dicarikan solusi yang terbaik,” tegasnya.
Ny. Dian Puspita berharap kondisi di Koto Tangah dan wilayah lain yang terdampak banjir dapat segera pulih, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
“Semoga musibah ini cepat berlalu, dan seluruh warga diberi kekuatan serta keselamatan. Kami akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Sebelumnya, TP-PKK Kota Padang juga telah menyalurkan bantuan ke sejumlah kawasan lain yang terdampak banjir. Ke depan, TP-PKK berkomitmen memperkuat kepedulian dan aksi nyata bagi masyarakat, khususnya pada situasi darurat bencana. (*/red)






