Pessel, Javanusa—Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Dani Sopian bersama istri, Ny Nora Zalena menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sanak saudara, bako, anak pisang, andai tolan, serta para undangan yang telah hadir maupun tidak dalam acara khitanan anak bungsu mereka, Jelang Harafi Nordan.
Acara khitan yang digelar Senin, (6/10/2025) di Kampung Kudo Kodo, Kenagarian Inderapura, Kecamatan Pancung Soal itu, diawali dengan prosesi Babako Minggu (5/01/2025) dengan suasana penuh makna adat dan budaya.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah menyempatkan hadir dan turut mensukseskan acara ini. Semoga kehadiran dan doa yang disampaikan menjadi berkah bagi anak kami, dan juga dibalas dengan kebaikan oleh Allah SWT,” ungkap Dani Sopian didampingi istri, Nora Zalena, Selasa (7/10/2025).
Ucapan terima kasih itu juga disampaikan kepada Bupati Pessel, Hendrajoni, beserta istri, Ny Lisda Hendrajoni yang telah memberikan doa serta dukungan moril kepada keluarga.
Tidak lupa pula ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim, beserta istri, Ny Rina Risnaldi, dan semua perangkat daerah atas kehadiran dan kehangatan yang diberikan dalam suasana kekeluargaan yang begitu akrab.
Ucapan serupa juga ditujukan kepada Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, serta seluruh anggota DPRD Pessel lainnya, beserta unsur sekretariat DPRD, yang telah memberikan perhatian dan kehadiran pada acara tersebut.
“Seluruh doa, dukungan, dan kehadiran bapak dan ibu sekalian telah menambah semarak dan makna dalam perjalanan hidup anak kami menuju usia dewasa. Kami sangat tersentuh dengan kebersamaan yang tercipta,” tambah Dani Sopian.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menjadi momen kebahagiaan keluarga, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar keluarga besar, kerabat, dan masyarakat Pessel.
Dalam suasana yang sarat nilai adat dan budaya Minangkabau, prosesi Babako yang merupakan simbol kasih sayang dan tanggung jawab pihak bako terhadap anak pisang, dilaksanakan secara khidmat dan meriah.
Keluarga besar dari kaum Suku Melayu, sebagai pihak bako, hadir dalam jumlah yang cukup besar, menunjukkan betapa pentingnya nilai kekeluargaan dalam tatanan masyarakat Minang.
Sementara itu, keluarga besar dari kaum Suku Sikumbang Rajo Idin, Nagari Kambang, sebagai pihak anak pisang, juga tampak antusias dan penuh suka cita menyambut kehadiran bako dan rombongan.
Sebagai bentuk penghormatan, pihak keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia lokal dan masyarakat sekitar Kampung Kudo Kodo yang telah ikut membantu dalam menyukseskan rangkaian acara tersebut.
Ucapan terima kasih yang tulus juga disampaikan kepada para tokoh masyarakat, ninik mamak, cerdik pandai, alim ulama, serta pemuda dan pemudi Nagari Inderapura yang telah menjaga suasana agar tetap aman, tertib, dan nyaman selama acara berlangsung.
Pada kesempatan yang sama, Yuslimardan, selaku ninik mamak dari kaum suku Sikumbang Rajo Idin di Nagari Kambang, mewakili keluarga besar menyampaikan rasa haru dan bangga atas suksesnya pelaksanaan khitanan dan prosesi Babako tersebut.
“Kami sangat menghargai seluruh bentuk perhatian, tenaga, waktu, dan pikiran yang diberikan oleh bako, sanak famili, dan semua yang telah ikut andil dalam acara ini. Ini adalah bukti nyata bahwa nilai-nilai adat dan persaudaraan masih sangat kuat dalam kehidupan kita,” kata Yuslimardan.
Dia juga berharap agar momentum ini menjadi awal dari kehidupan yang baik bagi anak yang dikhitan, serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk tetap menjunjung tinggi adat dan tradisi leluhur.
“Semoga anak cucu kami, Jelang Harafi Nordan, tumbuh menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, berguna bagi masyarakat, serta menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas,” harapnya.
Yuslimardan juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan, baik yang datang dari luar daerah maupun yang berada di kampung halaman, atas doa dan restu yang diberikan.
“Tidak ada kata yang paling tepat selain rasa syukur dan terima kasih. Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan ketulusan semua pihak yang telah hadir maupun yang ikut mendoakan dari kejauhan,” tutupnya. (yoniks)






