Padang, Javanusa—Rangkaian operasional haji Embarkasi Padang musim haji 1447 H/2026 M kini memasuki fase akhir.
Kelompok Terbang (Kloter) 14 sebagai kloter pamungkas resmi masuk Asrama Haji Tabing Padang pada Jumat (8/5/2026).
Kedatangan jemaah dari berbagai daerah di Sumatera Barat ini menandai hampir tuntasnya proses pemberangkatan. Total 5.402 jemaah haji asal Sumatera Barat dan Bengkulu segera bertolak ke Tanah Suci.
Kepala Bidang Layanan Kemenhaj Sumbar, Yudi Hidayat, menjelaskan Kloter 14 berisi jemaah dari 15 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Total rombongan mencapai 287 jemaah termasuk petugas pendamping.
Setibanya di Asrama Haji, jemaah langsung menerima layanan terpadu One Stop Service (OSS). Layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan akhir atau fitness to fly, penyerahan paspor dan visa, hingga pembagian living cost.
Selain itu, petugas juga membagikan nomor kamar dan menyematkan gelang identitas jemaah sebagai bagian dari prosedur layanan.
Kloter “Sapu Jagat” dari Sumbar dan Bengkulu
Ketua Kloter 14 Embarkasi Padang, Muhammad Nur Ali, menyebut kloter penutup ini sebagai “kloter sapu jagat”.
Komposisinya berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat serta tambahan jemaah dari dua daerah di Bengkulu.
Ia menegaskan total rombongan berjumlah 287 orang.
Rinciannya terdiri dari 177 jemaah perempuan dan 110 jemaah laki-laki.
Jemaah tertua tercatat berusia 84 tahun, sedangkan jemaah termuda berusia 18 tahun.
Jemaah Diminta Jaga Kondisi Fisik
Nur Ali mengingatkan tantangan terbesar jemaah tidak hanya perjalanan menuju Arab Saudi. Namun, mereka juga harus menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Ia menegaskan ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang prima. Karena itu, jemaah diminta menjaga stamina, cukup istirahat, disiplin makan, dan memperbanyak minum air putih.
Pesan Kebersamaan di Tanah Suci
Nur Ali juga mengimbau jemaah agar tidak beraktivitas sendiri, terutama bagi lansia dan jemaah berkebutuhan khusus. Ia menekankan pentingnya kekompakan selama menjalankan ibadah haji.
“Tolong jaga kebersamaan dan saling membantu. Jika ada lansia atau pengguna kursi roda kesulitan, bantu bersama-sama,” ujarnya.
Layanan Prioritas untuk Lansia dan Disabilitas
Embarkasi Padang tahun ini tetap mengusung layanan prioritas dengan tagline Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. Seluruh pelayanan terpusat melalui sistem OSS agar jemaah lebih mudah dan tidak kelelahan.
Setelah seluruh proses administrasi selesai, jemaah diarahkan ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Mereka menunggu jadwal keberangkatan menuju Tanah Suci.
Masuknya Kloter 14 sekaligus menandai operasional pemberangkatan haji Embarkasi Padang segera berakhir.
Seluruh rangkaian hampir dua pekan ini telah melayani ribuan jemaah menuju Arab Saudi. (*/red)






