Padang, Javanusa—Proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang tahun 2026 resmi berakhir setelah Kloter 14 mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu (20/6/2026) dini hari.
Kedatangan kelompok terbang terakhir itu sekaligus menandai tuntasnya operasional haji yang melayani jemaah asal Sumatera Barat dan Bengkulu.
Pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 dengan nomor penerbangan GA 3814 yang membawa Kloter 14 tiba di BIM pada pukul 04.42 WIB. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi.
Setibanya di BIM, para jemaah disambut Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, serta sejumlah kepala kantor kementerian terkait di kabupaten dan kota.
Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Padang Resmi Berakhir
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan kedatangan Kloter 14 menjadi penutup seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Padang tahun ini.
“Alhamdulillah Kloter 14 telah tiba dengan selamat di Tanah Air. Dengan kedatangan kloter terakhir ini, seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji Debarkasi Padang tahun 2026 telah selesai dilaksanakan,” ujar Rifki.
Kloter terakhir mengangkut 286 jemaah dan petugas haji. Jumlah tersebut terdiri dari 109 laki-laki dan 177 perempuan. Dari total penumpang, sebanyak 101 orang merupakan jemaah lanjut usia yang berumur di atas 65 tahun.
Satu Jemaah Kloter 14 Wafat di Madinah
Di balik lancarnya proses pemulangan, terdapat kabar duka dari Kloter 14. Seorang jemaah asal Kota Padang, Hizbullah Sulan (78), meninggal dunia di Madinah saat menjalani rangkaian ibadah haji.
PPIH Debarkasi Padang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum serta mendoakan agar seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT.
Sebanyak 5.357 Jemaah dan Petugas Sudah Kembali
Rifki menjelaskan hingga berakhirnya operasional haji tahun 2026, sebanyak 5.357 jemaah dan petugas telah kembali ke Indonesia. Jumlah itu berasal dari total 5.374 orang yang sebelumnya diberangkatkan melalui Embarkasi Padang.
Sementara itu, tujuh jemaah lainnya masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Mereka akan dipulangkan setelah kondisi kesehatannya membaik dan dinyatakan layak terbang oleh tim medis.
“Hingga akhir operasional haji tahun ini, tercatat 10 jemaah Embarkasi Padang wafat di Tanah Suci. Kita doakan seluruh jemaah yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air,” katanya.
Layani Jemaah Sumbar dan Bengkulu
Berakhirnya pemulangan Kloter 14 juga menutup seluruh operasional Embarkasi dan Debarkasi Padang pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Selama musim haji tahun ini, layanan mencakup pemberangkatan dan pemulangan jemaah dari Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu.
Rifki mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari petugas kloter, tenaga kesehatan, petugas bandara, maskapai penerbangan, pemerintah daerah, hingga berbagai unsur pendukung lainnya.
Menurutnya, kelancaran layanan haji tahun ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang bekerja bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah.
Ia berharap seluruh jemaah yang telah kembali ke daerah masing-masing dapat memperoleh predikat haji mabrur dan mabrurah serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Semoga seluruh jemaah yang telah kembali ke daerah masing-masing memperoleh haji yang mabrur dan mabrurah serta membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutup Rifki. (*/red)






