Jakarta, Javanusa—Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menilai penyelenggaraan konser grup vokal asal Taiwan, F Forever, di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, menjadi indikator positif bagi perkembangan industri kreatif nasional, khususnya sektor seni pertunjukan.
Menurut Irene, keberhasilan menghadirkan konser internasional dengan standar tinggi menunjukkan ekosistem industri kreatif Indonesia semakin matang.
Kesiapan tersebut terlihat dari kualitas sumber daya manusia, teknologi produksi, hingga fasilitas pendukung yang mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan acara berskala global.
“Konser F Forever memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menghadirkan pertunjukan kelas dunia. Tata panggung, penggunaan teknologi, dan pengalaman yang diberikan kepada penonton mencerminkan perkembangan industri seni pertunjukan yang semakin kompetitif di tingkat internasional,” kata Irene usai menyaksikan konser di Indonesia Arena, Jumat (29/5).
Panggung Modern Tampilkan Standar Pertunjukan Global
Konser F Forever mengusung konsep panggung 360 derajat yang dilengkapi layar LED berukuran besar. Selain itu, area panggung dirancang menjangkau sebagian penonton sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif.
Konsep tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan industri kreatif Indonesia dalam mendukung produksi pertunjukan internasional dengan standar modern. Tata panggung dan pemanfaatan teknologi menjadi elemen penting yang memperkuat kualitas penyelenggaraan acara.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia semakin sering menjadi lokasi penyelenggaraan konser dan pertunjukan internasional. Kondisi ini menunjukkan pasar hiburan nasional terus berkembang sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri global terhadap kualitas penyelenggaraan acara di Indonesia.
Konser Internasional Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif
Irene menegaskan bahwa manfaat industri kreatif tidak hanya terlihat dari kemegahan sebuah pertunjukan. Lebih dari itu, konser berskala besar mampu menggerakkan berbagai sektor usaha yang terhubung dengan industri hiburan.
Sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut merasakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan konser internasional.
“Ekonomi kreatif tidak semata-mata menghadirkan hiburan. Industri ini juga membuka peluang kerja, melibatkan banyak talenta lokal, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme Penonton dan Dukungan Infrastruktur
Konser F Forever berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para penggemar. Grup yang sebelumnya dikenal dengan nama F4 itu kembali tampil di hadapan penggemarnya melalui pertunjukan yang memadukan nuansa nostalgia dengan sentuhan produksi modern.
Ribuan penonton memadati arena konser yang berlangsung pada 28 hingga 30 Mei 2026. Mereka hadir untuk menyaksikan penampilan para personel yang populer melalui karya musik dan serial televisi yang pernah meraih sukses di berbagai negara Asia.
Selain menjadi ajang hiburan, konser tersebut juga menunjukkan kolaborasi antara penyelenggara acara, pekerja kreatif lokal, dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang. Pemanfaatan teknologi pencahayaan, sistem tata suara, serta desain panggung berskala besar menjadi bukti bahwa Indonesia semakin siap menjadi salah satu pusat penyelenggaraan konser dan pertunjukan internasional di kawasan Asia. (*/red)






