Konsumsi Jemaah Haji Indonesia di Madinah Diawasi Ketat, Kemenhaj Terapkan SOP Berlapis

Penulis -

Senin, 20 April 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhaj menerapkan pengawasan ketat dan berlapis pada seluruh proses penyediaan makanan di Madinah. (Foto: Kemenhaj)

Kemenhaj menerapkan pengawasan ketat dan berlapis pada seluruh proses penyediaan makanan di Madinah. (Foto: Kemenhaj)

Madinah, Javanusa—Menjelang kedatangan jemaah haji Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memprioritaskan kualitas konsumsi.

Melalui tim pengawas dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Kemenhaj menerapkan pengawasan ketat dan berlapis pada seluruh proses penyediaan makanan di Madinah.

Perwakilan tim pengawas Poltekpar NHI Bandung, Nova MH, menegaskan standar operasional prosedur (SOP) dijalankan tanpa kompromi.

Tim melakukan pengawasan dalam tiga tahap utama, yaitu pra produksi, proses produksi, hingga distribusi makanan ke hotel tempat jemaah menginap.

“Pengecekan rutin dilakukan tiga kali sehari mengikuti jadwal makan jemaah,” ujar Nova di Madinah, Minggu (19/4).

Selanjutnya, ia menjelaskan tim pengawas mulai bekerja sejak dini hari. Untuk makan pagi, pengawasan dimulai pukul 00.00 hingga 04.00 saat proses memasak berlangsung.

Sementara itu, pengawasan makan siang dilakukan sejak pagi hari untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar.

Pemeriksaan Bahan dan Suhu Makanan

Selain proses produksi, tim juga melakukan pemeriksaan berkala terhadap penyimpanan bahan makanan, baik segar maupun kering. Langkah ini untuk memastikan tidak ada bahan yang rusak atau tidak layak konsumsi.

Di sisi lain, kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas makanan. Karena itu, suhu makanan saat distribusi menjadi perhatian utama.

“Makanan harus berada pada suhu 60–70 derajat Celsius saat didistribusikan ke hotel agar tetap higienis dan tidak mudah basi,” jelas Nova.

Ia kemudian mengimbau jemaah untuk segera mengonsumsi makanan setelah diterima. Penundaan makan dapat menurunkan kualitas makanan, terutama jika terlalu lama disimpan meski dalam kondisi tertutup.

Kandungan Gizi Disusun Seimbang

Tidak hanya aspek keamanan pangan, Kemenhaj juga memastikan kandungan gizi makanan tetap seimbang. Asupan protein, karbohidrat, dan serat disusun untuk menjaga kondisi fisik jemaah selama menjalankan ibadah.

Baca Juga :  33 Jemaah Haji Korban Banjir Bandang Sumbar Terima Bantuan Uni Emirat Arab, Dana Disalurkan Langsung ke Rekening

Sumber protein disediakan dari daging sapi, ayam, ikan, telur, dan tempe. Sementara itu, karbohidrat berasal dari nasi dengan porsi terukur. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan serat, tim menyediakan sayuran serta buah seperti wortel, kentang, apel, pir, dan pisang.

“Kami juga menambahkan menu seperti puding untuk membantu asupan serat jemaah,” tambahnya.

Adaptasi Bahan Pangan di Arab Saudi

Keterbatasan sayuran hijau di Arab Saudi disiasati dengan pemanfaatan bahan yang tersedia tanpa mengurangi nilai gizi. Bahkan, menu khas Indonesia seperti tempe tetap dihadirkan guna menjaga selera makan jemaah.

Dengan sistem pengawasan berlapis ini, Kemenhaj menargetkan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dalam kondisi fisik yang prima melalui asupan makanan yang sehat, bergizi, dan higienis. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terbaru