Padang, Javanusa—Kota Padang menghasilkan 670 ton sampah per hari. Sebanyak 570 ton di antaranya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin, sementara 100 ton sisanya dipilah dan dikelola melalui Bank Sampah.
Hal tersebut disampaikan Asisten I Setdako Padang, Edi Hasymi yang juga Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang saat menjadi narasumber di acara Talk Show Bank Sampah Binaan PT Pegadaian di gedung Youth Center, Rabu (8/11/2023).
Dikatakan, Pemko Padang telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA Air Dingin.
Salah satu upayanya adalah mewajibkan ASN dan non-ASN untuk menjadi anggota Bank Sampah di tempat tinggalnya masing-masing.
“Masyarakat kita suka mencontoh, oleh karena itu kita sebagai ASN dan non-ASN mencontohkan dengan menjadi anggota bank sampah,” kata Edi Hasymi.
Selain itu, Pemko Padang juga mendorong pemilahan sampah di setiap rumah tangga. Sampah dianjurkan dipisahkan menjadi sampah anorganik dan organik.
“Minimal ada tiga kelompok. Kelompok organik. Kelompok anorganik dibagi menjadi limbah plastik, kaleng, kertas satu tempat. Hal ini bergantung pada hasil sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga itu sendiri,” kata Edi Hasymi.
Pemko Padang menargetkan 1 Bank Sampah per RW. Namun, Edi Hasymi menyadari bahwa mengubah pola pikir masyarakat untuk mengelola sampah bukanlah hal yang mudah.
“Mengubah pola pikir itu perlu waktu, makanya ASN dan non-ASN kita wajibkan menjadi anggota Bank Sampah. Semoga dengan begini sampah yang dihasilkan berkurang serta dikelola dan menjadi emas yang berharga,” kata Edi Hasymi.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Departemen Komunikasi dan Literasi Divisi TJSL PT Pegadaian Mery Andriati Surya, Ketua Forsepsi Binaan PT Pegadaian Mina Dewi Sukmawati, serta perwakilan pembina bank sampah se-Indonesia. (*/jn01)






