Padang, Javanusa—Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit polio, Kota Padang bersiap menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio secara serentak.
Imunisasi ini akan dilakukan dua putaran, masing-masing selama satu minggu, dan menyasar anak usia 0-7 tahun.
Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setdako Padang Edi Hasymi, menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk kelancaran PIN Polio.
“Hingga saat ini, belum ada kasus polio di Padang. Tapi, kita perlu bersama-sama memastikan kelancaran program ini untuk mencegah KLB penyakit menular,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, menargetkan cakupan minimal 95% dengan sasaran 93 ribu anak.
“Imunisasi ini gratis dan penting untuk melindungi generasi penerus. Tujuannya memutus mata rantai penularan, meningkatkan kekebalan komunitas, dan mewujudkan Indonesia bebas polio,” tegasnya.
Imunisasi akan berlangsung 23-29 Juli (tahap pertama) dan 6-12 Agustus (tahap kedua). Pencanangannya di Kecamatan Lubuk Begalung pada 23 Juli.
“Polio berbahaya, tapi bisa dicegah dengan imunisasi. Sweeping juga akan kita lakukan untuk menjangkau anak-anak yang belum terjangkau,” jelas dr. Srikurnia. (*/jn01)






