KRI dr. Soeharso Tiba di Manggarai, Perkuat Layanan Kesehatan Korban Gempa NTT

Penulis -

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tenaga medis yang ada di KRI dr. Soeharso-990 sedang melakukan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa NTT di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (22/8). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Muhammad Arfari Dwiatmodjo)

Tenaga medis yang ada di KRI dr. Soeharso-990 sedang melakukan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa NTT di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (22/8). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Muhammad Arfari Dwiatmodjo)

Manggarai, Javanusa—Penanganan korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) berkekuatan M7,7 mendapat dukungan tambahan.

TNI Angkatan Laut mengerahkan kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 untuk memperkuat layanan medis bagi warga terdampak.

KRI dr. Soeharso tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8). Kapal tersebut berlayar dari Surabaya sebelum menuju wilayah terdampak bencana.

Kehadiran kapal rumah sakit ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kesehatan. Langkah tersebut penting terutama bagi masyarakat yang fasilitas kesehatannya terdampak gempa.

KRI dr. Soeharso Punya Fasilitas Rumah Sakit Lengkap

KRI dr. Soeharso memiliki berbagai fasilitas medis untuk menangani pasien dalam kondisi berbeda. Fasilitas tersebut mencakup Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, dan ruang perawatan.

Untuk pasien rawat inap, kapal menyediakan dua ruang perawatan. Masing-masing ruangan memiliki kapasitas 20 tempat tidur.

Pengelola nantinya memisahkan pasien perempuan dan laki-laki di ruang perawatan yang berbeda. Pengaturan tersebut mendukung pelayanan yang lebih tertib selama masa penanganan bencana.

Kapal sepanjang 122 meter itu juga memiliki geladak untuk pendaratan helikopter. Fasilitas ini memungkinkan proses evakuasi medis dari wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Tenaga Medis Siaga 24 Jam

Tak hanya membawa fasilitas medis, KRI dr. Soeharso juga mengerahkan tenaga kesehatan gabungan. Tim tersebut berasal dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan.

Para tenaga medis siap memberikan pelayanan selama 24 jam kepada masyarakat. Layanan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, perawatan luka, tindakan operasi, hingga penanganan kondisi gawat darurat.

Seluruh pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak diberikan secara gratis. Tim medis menentukan penanganan berdasarkan kondisi dan prioritas medis setiap pasien.

Baca Juga :  Cek Sampel, Kemenag Pastikan Kelayakan Makanan Jemaah Haji
Sudah Tangani 21 Pasien

Hingga Sabtu (22/8), KRI dr. Soeharso telah menangani 21 pasien. Kasus yang ditangani antara lain patah tulang, luka robek, serta pasien yang membutuhkan pelayanan rawat jalan.

Dari jumlah tersebut, tiga pasien menjalani rawat inap di kapal rumah sakit tersebut. Pelayanan terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan medis warga terdampak gempa.

Pemerintah berharap kehadiran KRI dr. Soeharso dapat mempercepat akses layanan kesehatan di wilayah terdampak. Dukungan fasilitas dan tenaga medis diharapkan membantu masyarakat memperoleh penanganan secara cepat dan tepat. (*)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB