Kualitas Udara Memburuk, SD-SMP di Padang Terapkan PJJ hingga 18 September

Penulis -

Kamis, 17 September 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disdikbud Padang mengalihkan pembelajaran bagi siswa SD dan SMP ke sistem daring akibat kabut asap. (Foto: Pemko Padang)

Disdikbud Padang mengalihkan pembelajaran bagi siswa SD dan SMP ke sistem daring akibat kabut asap. (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Kondisi kualitas udara yang masuk kategori berbahaya membuat aktivitas belajar tatap muka di Kota Padang dihentikan sementara.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SD dan SMP pada 17–18 September 2026.

Kebijakan tersebut berlaku untuk satuan pendidikan negeri dan swasta di Kota Padang.

Sementara itu, peserta didik jenjang PAUD/TK menjalani masa libur selama kondisi udara belum memungkinkan untuk kegiatan belajar di sekolah.

Kualitas Udara Capai Angka 904

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan keputusan tersebut mengikuti informasi kualitas udara dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang.

Laporan IQAir pada Rabu (16/9/2026) pukul 05.00 WIB juga menunjukkan kondisi yang sangat buruk. Angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tercatat mencapai 904 dan masuk kategori berbahaya.

Atas kondisi tersebut, sekolah di Kota Padang mulai menghentikan kegiatan belajar tatap muka sejak Rabu, 16 September 2026.

Yopi mengatakan pemerintah menempatkan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik sebagai pertimbangan utama dalam mengambil kebijakan tersebut.

“Langkah ini kami ambil menindaklanjuti informasi ISPU yang menunjukkan kualitas udara berada pada kategori berbahaya. Keselamatan serta kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik adalah prioritas utama kami.”

PJJ Berlangsung 17–18 September

Untuk jenjang SD dan SMP, kegiatan pembelajaran beralih ke sistem daring mulai Kamis (17/9/2026) hingga Jumat (18/9/2026).

Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Nomor 400.3.1/29/Dikbud-Pdg/IX/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Daring Akibat Kondisi Kabut Asap.

Berbeda dengan siswa, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap hadir di sekolah. Mereka menjalankan tugas untuk memandu proses pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga :  101 Warga Binaan Lapas Padang Ikuti Program Pendidikan Kesetaraan, Pemko Siapkan Dukungan Pelatihan Keterampilan

Sekolah dapat menggunakan platform digital maupun media komunikasi yang sesuai. Dinas Pendidikan meminta sekolah memilih sarana yang tidak menambah beban bagi peserta didik dan keluarga.

Orang tua Diminta Awasi Anak

Dalam pelaksanaan PJJ, keaktifan siswa mengikuti pembelajaran daring tetap tercatat sebagai kehadiran.

Sekolah juga meminta orang tua atau wali murid mendampingi anak selama waktu belajar. Anak diharapkan tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Jika anak harus keluar karena keperluan mendesak, orang tua diminta memastikan mereka menggunakan masker medis atau pelindung pernapasan.

Yopi menegaskan bahwa pengawasan keluarga menjadi bagian penting selama pembelajaran berlangsung dari rumah.

“Kami meminta orang tua murid untuk mengawasi anak-anak agar tetap belajar dari rumah, membatasi aktivitas luar ruangan, dan selalu menggunakan masker medis atau pelindung pernapasan jika terpaksa harus keluar rumah,” ujarnya.

Kebijakan PJJ tersebut berlaku selama periode 17–18 September 2026. Pemerintah daerah mengambil langkah tersebut sebagai respons terhadap kondisi kabut asap dan kualitas udara yang membahayakan kesehatan. (*)

 

Berita Terkait

Disdikbud Padang Latih 350 Guru SMP Kuasai AI dan Konten Digital Pembelajaran
SMPN 17 Padang Jadi Sekolah Percontohan LMS Ruang Kelas Digital
Ratusan Pelajar Sumbar Adu Kemampuan di Pra-OSN 2026, Siap Menuju Panggung Nasional
Semarak HSN 2026, Ponpes Modern Hijrah Medina Lengayang Padukan Pendidikan Agama, Kreativitas dan Kewirausahaan
Inovasi Biodiesel dari Limbah, Siswa SMK SMAK Padang Raih Juara 2 dan Poster Terbaik di Lomba Kimia XXX Unand
Sekolah di Padang Kembali Tatap Muka 22 Oktober 2026, Siswa Wajib Pakai Masker
Disdikbud Padang Dampingi 342 Guru SD Cegah Perundungan dan Kekerasan di Sekolah
MTsN 5 Kota Padang Raih Tiga Gelar di Kejurda FORBASI Sumbar, Lolos ke Kejurnas Bandung

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru