Kualitas Udara Padang Kembali Tidak Sehat, ISPU Berubah Setiap Jam, Sekolah Terapkan PJJ

Penulis -

Rabu, 9 September 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kualitas udara Kota Padang kembali tidak sehat. Pada Rabu (9/9/2026) pagi ISPU mencapai 158. (Foto: BPBD Padang)

Kualitas udara Kota Padang kembali tidak sehat. Pada Rabu (9/9/2026) pagi ISPU mencapai 158. (Foto: BPBD Padang)

Padang, Javanusa—Kualitas udara Kota Padang kembali berada pada kategori tidak sehat. Data pemantauan menunjukkan ISPU mencapai 158 pada Rabu (9/9/2026) pagi.

Pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup di kawasan Padang Pasir mencatat angka tersebut pada pukul 08.00 WIB. Parameter utama yang memengaruhi indeks itu adalah partikulat PM10.

Selain PM10, pemantauan juga mencatat sejumlah parameter pencemar lainnya. Nilai SO₂ berada di angka 19, CO 24, O₃ 11, dan NO₂ 14.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, pada 7 September 2026, ISPU Padang bahkan sempat mencapai angka 214 atau kategori Sangat Tidak Sehat, sehingga BPBD Kota Padang membagikan ribuan masker kepada masyarakat.

ISPU Dinamis, Masyarakat Diminta Terus Memantau

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton meminta masyarakat tidak menjadikan satu angka ISPU sebagai patokan sepanjang hari.

Menurut Hendri, kualitas udara bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu singkat. Pergerakan asap serta kondisi cuaca menjadi beberapa faktor yang memengaruhi perubahan tersebut.

Masyarakat karena itu perlu memantau informasi kualitas udara secara berkala. Warga juga dianjurkan mengikuti informasi dari kanal resmi dan aplikasi pemantauan kualitas udara yang terpercaya.

Dinas Pendidikan Keluarkan Edaran PJJ

Memburuknya kualitas udara turut berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang menerbitkan surat edaran untuk mengalihkan pembelajaran ke sistem jarak jauh.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/1/SE/DKPS-PDG/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Daring Akibat Kondisi Kabut Asap.

Surat edaran yang ditetapkan pada 8 September 2026 itu berlaku bagi satuan pendidikan PAUD/TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta di Kota Padang.

Baca Juga :  Peluncuran Beasiswa Atlet Berprestasi 2025, Wamenpora Taufik: Komitmen Pemerintah Dukung Atlet Muda Indonesia

Sekolah menerapkan PJJ pada 9-11 September 2026. Murid mengikuti kegiatan belajar dari rumah menggunakan platform digital atau media komunikasi yang ditentukan masing-masing sekolah.

Sementara itu, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap menjalankan aktivitas dari sekolah. Mereka melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Dinas Pendidikan juga memastikan keaktifan siswa selama pembelajaran daring tetap tercatat sebagai kehadiran.

Orang Tua Diminta Awasi Anak

Dalam pelaksanaan PJJ, orang tua atau wali murid diminta mengawasi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

Dinas Pendidikan juga mengimbau orang tua membatasi aktivitas anak di luar ruangan. Anak sebaiknya tetap berada di dalam rumah selama kondisi kabut asap belum membaik.

Jika anak harus keluar karena kebutuhan mendesak, orang tua perlu memastikan mereka menggunakan masker medis atau pelindung pernapasan yang sesuai.

Penerapan PJJ menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi paparan udara tidak sehat terhadap pelajar.

Di tengah perubahan ISPU yang cepat, masyarakat Padang tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti informasi resmi dan membatasi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk. (*)

Berita Terkait

BPBD Padang Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem dan Asap Sepekan Ke Depan
Prakiraan Cuaca Sumbar 28 Oktober 2026: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Daerah
Prakiraan Cuaca Sumbar 27 Oktober 2026, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Prakiraan Cuaca Sumbar 26 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat di 3 Daerah
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumbar Hari Ini, 6 Wilayah Berstatus Siaga
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sumbar 24 Oktober 2026, Ini Wilayah Siaga
Peringatan Dini BMKG Sumbar 23 Oktober 2026: Enam Daerah Berstatus Siaga Hujan Lebat
Prakiraan Cuaca Sumbar 22 Oktober 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru