KUH Jeddah Siapkan Mitigasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

Penulis -

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KBRI Riyadh. (Foto: Kemenhaj)

KBRI Riyadh. (Foto: Kemenhaj)

Jeddah, Javanusa—Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah menutup ruang udara untuk penerbangan masuk dan keluar menyusul meningkatnya situasi keamanan regional. Negara yang menerapkan penutupan antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada, menyesuaikan perkembangan situasi keamanan.

Pemerintah setempat memastikan kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Aktivitas publik berjalan normal dengan penerapan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan.

Antisipasi Jemaah Tertahan di Bandara

Mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah umrah tertahan di bandara, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah menyiapkan langkah mitigasi.

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyampaikan bahwa KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift. Tim tersebut ditempatkan di Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji Bandara Jeddah.

Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan.

Selain itu, KUH Jeddah membuka komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan, penyelenggara perjalanan umrah, serta syarikah di Arab Saudi untuk mencari solusi bagi jemaah yang tertunda kepulangannya.

Imbauan KBRI untuk WNI

Di sisi lain, KBRI Riyadh mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi agar tetap tenang dan tidak panik. WNI diminta terus memantau informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan Republik Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah. (*/red)

Baca Juga :  Maksimalkan Layanan Kesehatan Haji 2026, Kemenhaj Siapkan Klinik Satelit dan Mobile Clinic di Makkah

Berita Terkait

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini
Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru