Kunjungan Akademik UNP Jadi Momentum Penguatan Kebijakan Lingkungan di Pessel

Penulis -

Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Bupati Pessel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Gunawan menerima kunjungan akademik dosen mahasiswa Program S3 UNP di Ruang Rapat Bupati Pessel. (Foto: Dok. Kominfo)

Staf Ahli Bupati Pessel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Gunawan menerima kunjungan akademik dosen mahasiswa Program S3 UNP di Ruang Rapat Bupati Pessel. (Foto: Dok. Kominfo)

Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) menyambut kunjungan akademik dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dosen serta mahasiswa Program Studi Doktor (S3) Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) di Kantor Bupati Pessel, Rabu (29/10).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi akademik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat daerah Kabupaten (Sekdakab) Pessel, Gunawan mewakili Bupati Hendrajoni, mengatakan kunjungan tersebut memiliki arti penting bagi peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam tata kelola lingkungan dan penguatan sumber daya manusia di bidang pendidikan.

“Pemkab Pessel menyampaikan terima kasih atas kunjungan akademik ini. Kehadiran dosen dan mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan UNP diharapkan mampu memberikan masukan strategis dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, khususnya di sektor pariwisata dan lingkungan hidup,” ujar Gunawan ketika dihubungi, Kamis (30/10).

Ia menambahkan, selama ini UNP telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di Pesisir Selatan melalui berbagai program kemitraan dan penelitian terapan.

Pemerintah daerah, sangat terbuka untuk memperluas kerja sama akademik, terutama dalam bidang riset lingkungan dan pengembangan kawasan wisata berwawasan ekologi.

“Ke depan kami berharap kerja sama antara UNP dan Pemkab Pesisir Selatan semakin erat. Kami membutuhkan dukungan keilmuan dan riset yang kuat agar kebijakan pembangunan daerah bisa berpijak pada data dan kajian ilmiah, bukan sekadar pada kebutuhan sesaat,” jelasnya.

Gunawan menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan di setiap kebijakan, termasuk dalam penataan Kawasan Wisata Mandeh yang menjadi ikon pariwisata Pesisir Selatan.

Ia menilai, peran akademisi sangat penting untuk memastikan agar pembangunan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Akademisi UNP Dampingi Warga Koto Pulai Pulihkan Wilayah Pascabanjir

Selain itu dia berharap hasil kunjungan akademik dan PKL tersebut bisa menjadi bahan kajian bersama dalam memperkuat kebijakan lingkungan di Pesisir Selatan.

“Kami terbuka terhadap setiap hasil riset yang bisa menjadi dasar bagi perbaikan tata kelola daerah. Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan yang cerdas dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UNP, Prof Dr Indang Dewata, MSi, C EIA, mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan praktik kerja lapangan mahasiswa program doktor (S3) Ilmu Lingkungan. Tujuannya memperluas wawasan akademik sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berbentuk silaturahmi, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung tantangan pengelolaan lingkungan di daerah, khususnya dalam konteks tata kelola kawasan wisata yang berpotensi besar namun memiliki kerentanan ekologis.

“Mahasiswa kami perlu melihat langsung bagaimana praktik kebijakan lingkungan diterapkan di daerah. Pesisir Selatan, dengan segala potensinya, adalah laboratorium alam yang sangat berharga untuk penelitian dan pembelajaran,” ujarnya saat pertemuan tersebut.

Salah seorang mahasiswa peserta PKL, Muhayatul, menjelaskan kegiatan lapangan difokuskan pada tata kelola lingkungan di Kawasan Wisata Mandeh, yang dikenal sebagai “Raja Ampat nya Sumbar”.

Menurutnya, agar pembangunan wisata berjalan seimbang, diperlukan penerapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTL) yang ketat dan berbasis data lingkungan.

“RDTL ini penting sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan agar setiap aktivitas di Kawasan Mandeh tetap sejalan dengan prinsip pelestarian alam. Pembangunan yang terarah dan berkelanjutan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistem,” jelasnya.

Muhayatul menambahkan, dengan adanya RDTL, setiap pembangunan di kawasan tersebut harus mendapat izin resmi dari pemerintah daerah.

Baca Juga :  COO Danantara Tinjau Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin, Akses Lubuk Alung Dikebut

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ekosistem seperti hutan mangrove dan kemurnian air laut tetap terjaga.

“Jika tata ruang diterapkan dengan benar, Mandeh tidak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman dikunjungi dan aman bagi lingkungan. Kerusakan bisa dicegah sejak dini,” ujarnya. (sus)

Berita Terkait

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027
Fadly Amran Dorong Penguatan Literasi Pancasila Lewat Bedah Buku Karya Willy Aditya
Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Berita Terbaru

XLSMART membawa program Sisternet ke W20 USA 2026 untuk memperkuat keterampilan digital dan ekonomi perempuan Indonesia. (Foto: XLSMART)

Ekonomi Bisnis

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB