Pariaman, Javanusa—Puluhan siswa SMP Nurul Ilmi Bilingual Integrated Islamic School (NIBIIS) Pariaman mendapat edukasi bijak bermedia sosial dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Pariaman.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital pelajar di tengah pesatnya arus informasi di media sosial.
Edukasi diberikan langsung oleh pejabat dan tenaga ahli Kominfo Kota Pariaman.
Dinas Kominfo Kota Pariaman membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami teknologi dan komunikasi secara langsung dari ahlinya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Sekretaris Dinas Kominfo Kota Pariaman, Elfadri menegaskan pentingnya penggunaan media sosial secara cerdas dan etis.
Ia didampingi Kepala Bidang e-Government Zasnur Rahim serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Arifa Yulmarses.
Media Sosial Ibarat Pisau Bermata Dua
“Elaborasi teknologi digital ibarat pisau bermata dua. Jika tidak digunakan secara bijak, dampaknya bisa berbahaya bagi diri sendiri,” ujar Elfadri dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kota Pariaman, Selasa (13/1/2026).
Ia mengingatkan pelajar agar tidak terjebak pada konten negatif yang dapat merugikan masa depan. Literasi digital, menurutnya, menjadi kunci menghadapi tantangan tersebut.
Elfadri menjelaskan Kominfo memiliki tugas strategis sebagai corong pemerintah daerah. Diseminasi informasi dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari website resmi, media cetak, media online, televisi, hingga media sosial. Pelajar diharapkan memahami alur informasi agar tidak mudah terpapar hoaks.
“Media sosial dimanfaatkan untuk mencari informasi, membangun jejaring, hingga menyalurkan kreativitas. Namun etika tetap harus dijaga,” tegasnya.
Ia meminta siswa memahami prinsip dasar bermedia sosial yang aman dan bertanggung jawab.
Kesadaran etika digital dinilai penting sejak usia sekolah.
Hindari Hoaks dan Lindungi Data Pribadi
Dalam sesi tersebut, Kominfo juga memberikan pesan praktis kepada para siswa. Mereka diminta tidak sembarangan membagikan data pribadi dan tidak mudah percaya pada foto, video, atau berita yang belum terverifikasi. Siswa juga diajak aktif menolak dan tidak menyebarkan informasi palsu.
Materi lanjutan disampaikan oleh Kabid e-Government Zasnur Rahim bersama Pranata Komputer Ahli Muda Iwan Risgianto, yang mengangkat tema “Etika Bermedia Sosial”.
Bagian dari Penguatan Kurikulum Digital
Guru pendamping SMP NIBIIS Pariaman, Silvia Maharani dan Iis Marlina, menyebut kegiatan ini diikuti 25 siswa kelas VIII.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian integral dari program kurikuler sekolah. Tujuannya untuk memperluas wawasan siswa tentang dunia digital yang tak terpisahkan dari kehidupan remaja.
“Dampak telekomunikasi dan media digital sangat besar. Kami ingin siswa belajar langsung dari sumber yang kompeten,” ujar Silvia.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat ditularkan kepada siswa lainnya di sekolah.
Kegiatan ini dinilai efektif memperkuat pemahaman praktik bermedia sosial yang sehat. Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Dinas Kominfo Kota Pariaman.
“Kegiatan ini memberi pengalaman nyata, bukan hanya teori di kelas,” tutupnya. (*/red)






