Lahan Tidur Kembali Produktif, Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Brigade Pangan

Penulis -

Selasa, 21 Oktober 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementan perkuat ketahanan pangan lewat Brigade Pangan. (Foto: Kementan)

Kementan perkuat ketahanan pangan lewat Brigade Pangan. (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat fondasi kedaulatan pangan nasional melalui berbagai terobosan di lapangan.

Salah satu program unggulan yang kini menjadi simbol kebangkitan pertanian Indonesia adalah Brigade Pangan, sebuah gerakan kolaboratif yang menghidupkan kembali lahan tidur serta menumbuhkan semangat gotong royong sebagai pilar ketahanan nasional.

Gerakan ini menjadi wujud nyata implementasi visi pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan dan menggerakkan ekonomi rakyat melalui sektor pertanian yang produktif, modern, dan berkeadilan.

Membangun Ketahanan Pangan dari Akar Rumput

Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan beras di meja makan, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa, kesejahteraan rakyat, dan keberlanjutan tanah air.

Dengan populasi hampir 280 juta jiwa, Indonesia menghadapi tantangan besar seperti menyusutnya lahan produktif, alih fungsi sawah menjadi kawasan industri, serta bencana alam yang sering merusak area pertanian.

Pada masa Orde Baru, Indonesia pernah mencapai swasembada pangan melalui intensifikasi pertanian, pembangunan irigasi, pengembangan bibit unggul, dan optimalisasi lahan tidur.

Kini, di tengah perubahan iklim dan tekanan ekonomi global, diperlukan strategi baru yang adaptif serta melibatkan semua elemen bangsa.

Kolaborasi Petani Muda, Penyuluh, dan TNI AD

Brigade Pangan dibentuk di bawah koordinasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan.

Gerakan ini mengajak petani muda, penyuluh pertanian, serta Babinsa dan unsur TNI AD untuk mengelola lahan tidur agar kembali produktif.

Hingga Februari 2025, tercatat 1.771 Brigade Pangan telah terbentuk di 12 provinsi. Setiap unit terdiri atas sekitar 15 anggota yang mengelola rata-rata 200 hektare lahan. Program ini berjalan berkat kerja sama antara pemerintah daerah, pemilik lahan, dan dunia usaha.

Baca Juga :  Kapolri: Kapal Tanker Pengangkut 1,16 Ton Ketamin Berulang Kali Ganti Nama
Dari Produksi Menuju Pemberdayaan

Brigade Pangan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi gerakan pemberdayaan. Program ini memperkenalkan mekanisasi, teknologi digital pertanian, dan pola usaha tani berbasis pasar. Kehadiran petani muda membuat sektor pertanian lebih dinamis serta memberikan nilai ekonomi baru bagi daerah.

Keterlibatan TNI AD menunjukkan isu pangan merupakan urusan strategis negara. Melalui dukungan Babinsa dan Brigade Teritorial, kegiatan pertanian mendapat pembinaan, pendampingan, serta pengamanan distribusi sarana produksi.

Sinergi lintas sektor ini memperlihatkan ketahanan pangan dan ketahanan nasional saling terkait erat. Pangan bukan semata urusan ekonomi, tetapi juga berhubungan langsung dengan stabilitas sosial, kedaulatan, dan kekuatan bangsa.

Gerakan Brigade Pangan tetap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penataan lahan, perlindungan hak masyarakat lokal, hingga menjaga keseimbangan antara produksi dan kelestarian lingkungan.

Namun, melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor serta pemberdayaan masyarakat, berbagai tantangan tersebut dapat dihadapi secara konstruktif.

Kementan menegaskan kemandirian pangan hanya dapat dicapai melalui kerja bersama seluruh elemen bangsa. Pemerintah terus memperluas jangkauan Brigade Pangan di berbagai wilayah, mempercepat pemanfaatan lahan tidak produktif, serta memperkuat sistem penyuluhan dan pendampingan di lapangan.

Brigade Pangan kini menjadi simbol kebangkitan baru Indonesia: lahan tidur kembali hidup, generasi muda turun ke tanah, dan semangat gotong royong menjadi energi bersama. Dengan langkah ini, Indonesia menapaki jalan menuju kemandirian dan ketahanan pangan berkelanjutan. (*/red)

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB